Gua Maria Kerep, Wisata Religi di Ambarawa

Mau wisata rohani di lokasi yang sejuk dengan taman-taman yang cantik? Yuuuk mari kita ke Gua Maria Kerep di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Melanjutkan one day family trip hari ini, sehabis dari Monumen Palagan Ambarawa, kami menuju ke Gua Maria Kerep dengan naik angkot saja. Turun di Terimal Ambarawa, diseberangnya ada papan petunjuk ke gua, nah dari situ jalan sebentar kearah utara. Masuk ke gua ini free, gretong gaesss..yihaa..

Lokasi ini adalah tempat ibadah dan ziarah bagi umat Katolik, tapi bila anda bukan penganut agama Katolik pun tetap bebas berwisata kemari kok, karena disini anda juga bisa menikmati view taman-taman yang cantik dimana ada beberapa patung dari kisah-kisah di Alkitab. Dari tempat ini, kita bisa melihat pemandangan Gunung Telomoyo, Gunung Merbabu, dan Rawa Pening. Dengan nuansa pegunungan seperti ini, ga heran kalau disini udaranya sejuk dengan nuansa alam yang segar memanjakan mata. Bahkan ada parit-parit buatan yang menambah atmosfer segar di tempat wisata ini. 

Gua Maria Kerep

Salah satu sudut taman

Kisah penyaliban Yesus

Salah satu kisah dalam Alkitab tentang Petrus, sang penjala ikan yang dipanggil Yesus menjadi penjala manusia

Sekedar info, pada bulan Maria yang jatuh pada bulan Mei dan Oktober biasanya banyak sekali pengunjung yang berziarah. Di gua yang dibangun pada tahun 1954 ini terdapat Patung Bunda Maria Kerep yang dibuat sama seperti bentuk Patung Bunda Maria di Lourdes, Perancis. Nah, disini ada larangan menginjak rumput di taman supaya keasrian taman tetap terjaga. Jadi sebagai pengunjung yang baik, kita patuhi aja perintah ini ya..

Papan petunjuk jalan di Gua Maria Kerep

Monumen Palagan Ambarawa, Flashback ke Masa Perang

Terus terang saya sangat jarang melakukan family trip. Paling sering jalan-jalan sama teman-teman atau malah sendirian. Makanya kali ini saya senang bisa jalan-jalan dengan emak, tante, om dan saudara sepupu saya, Gabriel. Ngetrip kami tidak jauh, hanya ke Ambarawa saja. Tepatnya ke Monumen Palagan Ambarawa dan Gua Kerep Maria. Di postingan kali ini saya akan bercerita tentang acara ngetrip kami ke Monumen Palagan Ambarawa. Dari Ungaran kami berangkat pagi supaya bisa puas jalan-jalan seharian. Ungaran-Ambarawa bisa ditempuh kurang lebih 45 menit. Monumen Palagan Ambarawa sangat populer dan mudah ditemukan. Kebetulan kami naik kendaraan umum, jadi tinggal bilang saja untuk turun didepan tempat wisata ini. Monumen ini dibangun tahun 1973 untuk mengenang sejarah pertempuran Palagan Ambarawa pada 12-15 Desember 1945 di Ambarawa.

Sambil jalan-jalan, sambil belajar tentang sejarah karena disini pengunjung bisa melihat beberapa benda-benda peninggalan dari masa perang, yaitu seragam, aneka senjata dan meriam, lukisan-lukisan yang menggambarkan peristiwa perang, beberapa tank kuno, kendaraan kuno, dan bahkan juga ada kereta api kuno. Yang paling menarik adalah disini terdapat pesawat Mustang P-51 kepunyaan Belanda yang berhasil ditembak dan jatuh di Rawa Pening pada saat peristiwa perang terjadi. Oh ya, untuk seragam, lukisan, dan aneka senjata dan perlengkapan perang bisa dilihat di Museum Isdiman yang berada didalam area monumen ini. Untuk tiket masuknya hanya sebesar 5000 rupiah saja dan buka dari jam 8 pagi sampai 6 sore. Jam buka yang cukup lama, jadi pengunjung tidak perlu terburu-buru untuk menikmati tempat wisata sejarah ini.

Gabriel, saudara sepupu saya yang imut itu, ternyata sangat suka naik dan masuk kedalam kereta kuno nya. Kami sekeluarga pun saling bergantian mengambil foto di museum, di kereta dan di depan beberapa kendaraan kuno, termasuk juga yang paling terkenal, pesawat Mustang P-51 ituh. Di Monumen Palagan Ambarawa ini juga terdapat taman dengan kursi-kursi panjang dan ayunan untuk bermain anak-anak. Kami menghabiskan waktu 2 jam disini sebelum melanjutkan family trip kami ke Gua Maria Kerep. 

Pesawat Mustang P-51 kepunyaan Belanda yang ditembak jatuh di Rawa Pening

Kereta api kuno

Salah satu lukisan peristiwa perang Palagan Ambarawa

Comments

Featured Travel Note

A Trip to Hong Kong Disneyland, A Dream That Comes True

Catatan Mancanegara