Inilah Pesona Keindahan Alam Dataran Tinggi Dieng

Subscribe to Travelingika.com:

Bulan Agustus ini saya hepi bertubi-tubi. Setelah trip ke Surabaya dan Bromo, saya mendapat ajakan ngetrip bareng ke Dataran Tinggi Dieng. Ah satu lagi travel wish saya terpenuhi :D. Saya dan teman-teman berangkat dari Semarang pada tengah malam. Maksudnya supaya sampai sana sebelum subuh supaya bisa mengejar sunrise di Bukit Sikunir Dieng. Dieng terletak di dua kabupaten yaitu Wonosobo dan Banjarnegara. Jalur kami adalah Bandungan - Secang - Temanggung - Parakan - Wonosobo. Sampai di area Dieng sekitar jam 4 pagi dan ternyata oh ternyata hari itu bertepatan dengan Dieng Culture Festival, ritual potong rambut gimbal. Jalan sungguh macet, mobil kami pun stuck ga bisa maju-maju karena banyaknya mobil, motor dan bus menuju Dieng. Berhubung macetnya sungguh parah, kami akhirnya memutuskan jalan kaki aja sampai Bukit Sikunir demi menangkap sunrise. 

Desa Sembungan, desa tertinggi di Pulau Jawa

Menangkap "secuil" sunrise di Bukit Sikunir
Bukit Sikunir berada di Desa Sembungan, desa tertinggi di Jawa. Desa Sembungan memiliki ketinggian 2306 mdpl, sedangkan Bukit Sikunir tingginya 2463 mdpl. Kalau berkunjung ke Dieng, bukit ini wajib dan kudu kamu kunjungi. Tak lengkap ke Dieng bila tidak ke Bukit Sikunir dan mengejar keindahan Golden Sunrise nya. Tapi lagi-lagi pagi itu di Bukit Sikunir juga amat sangat ramai, sampai-sampai susah mau keatas. Ahhh sepertinya next time kalau ke Dieng lagi musti memastikan ga pas ada acara perayaan nih, biar ga seheboh ini ramenya. Saya berhasil mengambil foto sunrise sih, tapi kurang memuaskan hasilnya #hiks. Anyway, turun dari Bukit Sikunir saya sempat menonton pertunjukan musik tradisional oleh sekelompok orang. Berhubung perut laper kami mencari jajanan disekitar Bukit Sikunir. Yang paling dekat dengan kami waktu itu adalah penjual gandos. Langsung saya dan teman saya beli banyak gandos yang rasanya enak banget itu. Cukup untuk membuat perut kenyang dan tak lagi "bersuara".

Telaga Cebong

Sudut telur rebus di Kawah Sikidang
Lalu lanjut ke Telaga Cebong yang juga masih berada di Desa Sembungan Dieng. Telaga ini ngehits sebagai spot camping. Banyak tenda warna warni yang kami temui sewaktu akan mengambil foto telaga ini. Okee, yuk sekarang kita meninggalkan Desa Sembungan dan menuju ke Desa Dieng Kulon untuk menjelajahi area Kawah Sikidang. Kawah ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Banjarnegara ya gaess, beda dengan Bukit Sikunir dan Telaga Cebong di Desa Sembungan yang masuk wilayah Kabupaten Wonosobo. Kawah ini merupakan salah satu yang diunggulkan untuk wisata di Dieng. Banyak terlihat turis-turis asing sedang menjelajahi kawasan Kawah Sikidang yang panas ini. Di area kawah ini saya membeli suvenir berupa kaos dan gantungan kunci. Nah berhubung saya melapar lagi, saya pun membeli jamur crispy yang banyak dijual di Kawah Sikidang. Rasanya sooo yummy banget, enak dan renyah. Oh ya, kamu juga bisa membeli oleh-oleh khas Dieng yaitu pepaya gunung, yang di wilayah Wonosobo disebut carica. 

Kemudian trip kami lanjut ke Telaga Warna yang memiliki view sangat indah. Telaga Warna masuk ke wilayah Kabupaten Wonosobo dan merupakan salah satu andalan wisata di Dieng juga. Diberi nama Telaga Warna karena memiliki fenomena alam yang unik yaitu warna air yang sering berubah-ubah. Disekitar Telaga Warna terdapat beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi yaitu Telaga Pengilon dan beberapa gua. Sayangnya saya ga ke Telaga Pengilon karena keasyikan keliling ke area gua-guanya yaitu Goa Semar, Goa Pengantin, Goa Sumur, dan Goa Jaran.

Speechless mengagumi keindahan Telaga Warna

Masih speechless, oh indahnya... #terharu

Patung Patih Gajahmada

Salah satu patung di Goa Sumur

Menjelang siang, perjalanan kami lanjutkan ke Dieng Plateau Theater. Dieng Plateau Theater adalah gedung bioskop yang menampilkan film dokumenter tentang Dieng. Kalau kamu suka sejarah dan budaya, nonton film Dieng itu kudu. Selesai nonton film, kami naik bentar ke area Bukit Batu Pandang (Batu Ratapan Angin). Sebenernya bisa ambil view 2 telaga dari sini tapi karena udah kelelahan paginya mendaki bukit segitu lamanya karena terlalu ramai orang, maka kami kurang minat untuk daki-mendaki lagi, hiks.

Dieng Plateau Theater
Terakhir, niat hati mau ke area kompleks candi-candi tapi apa daya berhubung macet parah karena sedang ada festival makanya kami juga urung ke area candi-candi tersebut dan langsung putar balik untuk pulang. Tapi pulang pun ga semudah itu! macet total bikin jarak 4 km harus ditempuh dalam 4 jam!

Pesan moral: kalo ke Dieng jangan pas festival, mobil susah gerak :( :(. Tapi trip kali ini saya hepi banget lah pokoknya (terlepas soal macet ituh..) soalnya niatan pengen ke Dieng dari dulu akhirnya terpenuhi juga.. ^^ Next time kalo diajak ke Dieng lagi saya pasti mau kok, ga nolak! :D


Beri nilai tempat wisata ini, Kak :
{[["☆","★"]]}

2 comments

Lucu nama telaganya.. Telaga Cebong hahaha

Iyaa, terinspirasi dari "cebong", alias anak kodok hehehe

Yuk komen, Kak! :D
EmoticonEmoticon