Brown Canyon, Grand Canyon ala Semarang


Area Brown Canyon Semarang sebenarnya bukanlah destinasi wisata. Lokasi ini sejatinya hanyalah perbukitan biasa dimana terdapat aktivitas penambangan material. Lama kelamaan, area perbukitan ini malah menjadi unik bentuknya karena aktivitas penambangan tersebut. Boleh dikatakan, Brown Canyon ini adalah Grand Canyon nya kota Semarang. Lokasinya terletak di Desa Rowosari, Tembalang yang berbatasan dengan Pucang Gading, Mranggen, Demak. 


Saya ke Brown Canyon dengan membonceng motor teman. Masuk ke kawasan ini butuh perjuangan karena tipikal jalannya yang cukup ekstrim dan bergelombang. Kalau bisa, jangan pakai motor matic atau mobil bagus, sayang banget kalau ada apa-apa sama kendaraannya entar. Apalagi aktivitas penambangannya bikin udara kotor, penuh polusi. Banyak truk berseliweran mengangkut hasil-hasil penambangan material berupa pasir dan batu. Saran saya, jangan lupa bawa masker untuk melindungi muka dari debu.

Akhirnya "perjuangan" kami pun terbayarkan dengan keindahan panorama Brown Canyon yang unik dengan tebing-tebing tingginya. For your information, waktu bagus untuk foto-foto disini adalah pada pagi atau sore hari. Siang juga oke sih, tapi terlalu panas apalagi ditambah ekstrimnya debu-debu penambangan. Selain itu, disini juga ga ada pohon-pohon untuk berteduh. Tiket masuk sih harusnya ga ada ya karena toh lokasi ini bukan untuk wisata. Tapi pengunjung harus bayar retribusi sebesar 2000 rupiah sebelum memasuki kawasan ini.

Salah satu, eh salah dua tebing tinggi di Brown Canyon

Oh jodohku, kamu dimana? *edisi jones*

Pantai Parangtritis, Pantai Paling Mistis di Yogyakarta


Untuk one day trip ini, saya dan keluarga teman saya mengunjungi 2 tempat wisata di Yogyakarta. Yang pertama, Taman Pintar yang terletak di pusat kota Yogyakarta, dan yang kedua adalah Pantai Parangtritis. Pantai ini terletak di Kabupaten Bantul, sekitar 25 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta.


Pantai Parangtritis adalah pantai paling populer di Yogyakarta. Tiket masuk murah meriah hanya 5000 rupiah aja. Kalau bawa motor parkirnya juga murah cuma 2000 (+1000 untuk tarif masuk motor), sedangkan mobil 5000 (+5000 untuk tarif masuk mobil). Di pantai ini kita juga bisa maen ATV dengan harga sewa yang menurut saya cukup mahal yaitu 50 ribu per 15 menit! Beberapa andong/kereta kuda terlihat berseliweran di pantai ini. Untuk 1 putaran naik andong harganya 20 ribu rupiah.


Banyak yang mengaitkan pantai ini dengan hal-hal mistis. Apalagi pantai ini diyakini memiliki hubungan dengan Gunung Merapi dan Keraton Yogyakarta. Karakteristik pasir di Pantai Parangtritis berbeda dengan pantai-pantai di Gunung Kidul. Pasir disini warnanya abu gelap, dengan ombak yang besar plus angin yang kencang. Makanya ada larangan berenang di pantai ini karena membahayakan. Saya sendiri cukup menikmatinya dari jauh aja. Kalau pengen berenang yang aman ya bisa ke pemandian umum yang sudah disediakan disini.

Jejak roda ATV
Menurut saya, pantai ini memiliki view yang luas ditambah adanya gunung-gunung pasir disekitar pantai. Untuk jumlah pengunjung jangan ditanya, selalu ramai apalagi waktu weekend. Sayangnya, pantainya kotor, disana sini banyak sampah berserakan gitu aja. Duuuh, paling sebel kalau liat banyak sampah di tempat-tempat wisata alam. Harusnya bisa menikmati pemandangan, eh malah jadi terganggu sama keberadaan sampah-sampah itu. Para pengunjung itu harusnya lebih sadar diri dan ga buang sampah sembarangan. Untuk yang doyan beli oleh-oleh, disini ada banyak toko suvenir jadi bisa puas-puasin beli kaos, gantungan kunci, topi, dan lain-lain.

Taman Pintar, Tempat Rekreasi Sains di Pusat Kota Yogyakarta

Berwisata rame-rame memang menyenangkan. Saya diajak salah seorang teman saya ikut wisata bareng keluarganya. Keluarga temen saya ini ternyata sudah booking sebuah bus yang akan dipake wisata ke 2 destinasi di Yogyakarta, yaitu Taman Pintar dan Pantai Parangtritis. Kami berangkat pagi-pagi sekitar jam 7 dari Bawen, Semarang. Karena hari Minggu maka cukup dimaklumi sih kalau lalu lintasnya padat merayap. Apalagi yang jalan raya Ambarawa, Secang dan Temanggung itu loh, jalan raya kok ukuran mini gitu, sempiiit hahaha. Sampai di kota Yogyakarta udah siang aja dan langsung parkir di area Taman Pintar Yogyakarta yang jadi tujuan pertama kami. Kenapa ke Taman Pintar? kebetulan keluarga temen saya terdiri dari banyak anak, jadinya dipilihlah tempat wisata yang asyik dikunjungi anak-anak.

Taman Pintar adalah tempat rekreasi yang memacu kreativitas anak-anak. Berlokasi di Jalan Panembahan Senopati yang masih merupakan pusat kota Yogyakarta. Buka hari Selasa sampai Minggu jam 8.30 pagi sampai jam 4 sore. Yang saya kagumi disini adalah karena tempat wisata ini merupakan sarana pembelajaran sains bagi anak-anak. Jadi anak-anak yang kemari bisa terpacu untuk mencintai sains. Mungkin sains selama ini bisa jadi dipandang membosankan oleh banyak siswa. Tetapi kalau berkunjung ke Taman Pintar, pasti bakalan senang karena sains disajikan dalam bentuk tempat rekreasi. 

Harga tiket masuk Gedung Kotak dan Oval untuk anak-anak sebesar 10 ribu dan dewasa 18 ribu rupiah, dan masuk Zona Astronomi dan Bahari 4 ribu untuk anak-anak dan 15 ribu untuk dewasa. Selain itu, ada juga Zona PAUD dengan tiket masuk 3 ribu rupiah. Zona lainnya adalah Gedung Planetarium dan Kampung Kerajinan. Jangankan anak-anak, orang dewasa saja juga senang berwisata kemari, contohnya saya, hehe.

Replika dinosaurus

Rumus yang diciptakan Einstein

Candi Ngempon, Candi Imut di Kabupaten Semarang


Selama ini saya hanya tahu satu candi yang ada di wilayah Kabupaten Semarang yaitu Candi Gedongsongo. Ternyata saya salah. Ada candi lain yang kebetulan memang kurang populer kalau dibandingin dengan Candi Gedongsongo. Candi mungil ini letaknya ada di Desa Ngempon, maka oleh penduduk setempat diberi nama Candi Ngempon. Candi yang memiliki nama lain Candi Muncul ini letaknya tidak jauh dari Pasar Karangjati, hanya sekitar 2 kilometer. Berhubung saya ga bisa naik motor, jadi untuk ke candi ini saya naik ojek dari Pasar Merak Mati. Bisa juga naik ojek dari Pasar Karangjati tapi akan lebih dekat jaraknya kalau ngojek dari Pasar Merak Mati di Bawen. 

Nyari wangsit, sapa tau jadi jadi jenius mendadak
Tidak ada tiket masuk, alias free. Yayy.. Tapi kalau mau ke candinya butuh sedikit perjuangan karena kita musti jalan naik dan melewati pematang sawah dan sungai. Nanti akan ada gapura dan pagar dengan candi mungil didalamnya. Ya ga mungil mungil banget sih, tapi kalau dibandingin sama aneka candi yang pernah saya kunjungi sebelumnya, Candi Ngempon ini imut-imut, kakaaak.. Nah sebenarnya di candi Hindu ini terdapat 9 titik pondasi candi, tapi hanya 4 saja yang udah direkonstruksi. Candi imut ini ditemukan pertama kali taun 1952, waktu itu juga ditemukan beberapa arca kuno yang saat ini disimpan di Museum Ranggawarsita Semarang

Penampakan candi dari samping, sepi pas ga ada pengunjung lain hahaha

Taman di pelataran candi
Sebenarnya kapan sih candi ini dibangun? Kalau menurut papan info yang ada di sebelah candi ini, tidak jelas kapan pendirian candi ini disebabkan tidak adanya data tertulis tentang dibangunnya candi ini. Tapi kalau dilihat dari arsitekturnya, diperkirakan candi ini berasal dari jaman yang sama dengan Candi Gedongsongo, yaitu pada abad ke-7 atau 8 Masehi. Tak hanya candi saja, tapi juga sudah ada taman cantik di pelatarannya. Tak jauh dari candi, ada Petirtaan Kuno yang dijadikan pemandian air hangat. Kalau mau berendam disini, tiket masuknya murah meriah, cukup 2000 rupiah aja.

Bukan si manis jembatan Ancol, manusia tulen saya mah :D

Comments

Featured Travel Note

A Trip to Hong Kong Disneyland, A Dream That Comes True

Catatan Mancanegara