Trip to Tana Toraja, Part 3: Tampangallo, Gua Alam Kuburan Orang Toraja

Subscribe to Travelingika.com:
Setelah sebelumnya kami wisata kuburan di Kete Kesu dan Kambira Baby Grave, nampaknya nyali kami untuk melihat tengkorak malah makin membesar #Loh. Pak Mangallo yang merupakan driver mobil yang kami sewa berkali-kali menekankan betapa pentingnya untuk berwisata kuburan di Tampangallo. Wah apa itu Tampangallo? apakah kuburan gantung lagi? ataukah kuburan bayi lagi? Oh ternyata bukan sodara-sodara. 


Tampangallo adalah sebuah gua alam yang terletak di Kelurahan Kaero, Kecamatan Sangalla, Tana Toraja. Jaraknya kira-kira 9 kilometer di sebelah Barat Makale dan tidak terlalu jauh dari Kambira Baby Grave. Tiket masuk lagi-lagi sebesar 10 ribu. Kata Pak Mangallo, semua objek wisata di Tana Toraja, baik yang populer maupun tidak populer, memiliki tarif tiket masuk yang sama, yaitu 10 ribu rupiah saja . 

Selfie with erong-erong dan tau-tau

Erong, peti mayat khas Toraja

Banyak tengkorak dan tulang belulang di Tampangallo
Di Tampangallo ini kami disambut tulang belulang dan tengkorak manusia sejak dari pintu masuk gua, hehe. Belum lagi yang didalam gua, banyak banget tengkorak dan tulang belulang orang-orang Toraja jaman dulu. Disini kami baru mengetahui kalau setiap ada yang meninggal, mereka akan mengadakan ritual kematian dan meletakkan patung kayu manusia kecil (Tau-tau) sebagai wadah jiwa orang yang meninggal itu. Dan untuk meletakkan 1 patung, butuh korban 24 kerbau! Wow! Jadi, orang-orang Toraja biasanya mengumpulkan uang banyak bukan buat pesta nikah tapi untuk ngadain ritual kematian. Mehong euy! Di kuburan gua alam Tampangallo ini terdapat banyak erong (peti mayat khas Toraja) dan tau-tau didekat erong-erong tersebut. 

Deretan tulang belulang :D

Lagi-lagi kumpulan tengkorak :D
Karena Tampangallo adalah gua alam, maka ga heran kalau pemandangan disekitar gua juga indah dan dengan angin semilir yang sejuk. Nah, ketika keluar dari gua saya menyebrangi jembatan kecil diatas sungai dan disambut area persawahan nan hijau. Saya menikmati pemandangan indah hamparan sawah sambil berjalan kaki melewati pematang sawah untuk kembali menuju ke jalan desa.

Yuk terus ikuti catatan trip to Tana Toraja ini ya gaess. Selanjutnya trip kami lanjutkan ke..Suaya!



Beri nilai tempat wisata ini, Kak :
{[["☆","★"]]}

Yuk komen, Kak! :D
EmoticonEmoticon