Yuk Intip Megahnya Candi Prambanan di Yogyakarta

Subscribe to Travelingika.com:

Sampailah saya di Candi Prambanan. Inilah dia destinasi terakhir saya untuk one day trip hari ini setelah sebelumnya saya ngetrip ke Candi Kalasan, Candi Sojiwan, dan Keraton Ratu Boko. Cuaca yang amat panas membuat saya meleleh, keringetan yang teramat sangat #lebay. Tapi puas rasanya akhirnya saya bisa ngetrip ke kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia ini. Dibangun pada abad ke-9 dan dipersembahkan untuk Trimurti yang merupakan 3 dewa utama dalam agama Hindu, yaitu Brahma (dewa pencipta), Wishnu (dewa pemelihara), dan Siwa (dewa pemusnah). Berbeda dengan Candi Borobudur yang bentuknya luas dan besar, Candi Prambanan ini bentuknya lebih ramping dan lebih tinggi yaitu 47 meter, 5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur. Selain terbesar di Indonesia, Candi Prambanan adalah salah satu candi terindah di Asia Tenggara.

Nah dulu saya sudah pernah ke candi ini, tapi hanya untuk menonton pementasan Sendratari Ramayana (tugas kuliah #wajib). Tapi waktu itu tentu saja malam hari dan belum sempet jalan-jalan mengeksplor candi. Sendratari Ramayana sendiri diadakan pada saat bulan purnama dan kisahnya merupakan interpretasi dari relief yang ada pada dinding Candi Prambanan.

Okeeh, dengan tiket masuk 30 ribu mulailah saya menjelajah candi ini. Di pelatarannya tersedia peta papan penunjuk arah dan kolam kecil. Taman-taman disini diatur dengan rapi dan indah, bikin perjalanan ke candinya makin semangat aja. 

Eniwei, Candi Prambanan ini ramai sekali pengunjungnya. Sepertinya ga ngaruh mau weekdays or weekend tetep aja rame. Saya kemari hari Kamis dan nuansanya seperti weekend saja. Susah cari spot-spot narsis yang ga ada orang, hehe. Kompleks candi ini bener-bener megah, luar biasa pemandangannya, dengan candi-candi besar yang menimbulkan decak kagum. Disini juga disediakan Prambanan Audio Visual, untuk menonton film tentang candi yang megah mewah ini. Nah kalau fisik anda belum kecapean selepas mengeksplor candi ini, bisa lanjut ke Candi Sewu yang masih satu kompleks dengan Candi Prambanan, hanya berjarak sekitar 800 meter. Candi Sewu ini berkaitan dengan legenda Putri Roro Jonggrang, maka disebut juga Candi Roro Jonggrang. Alkisah dulu putri ini meminta dibangunkan candi dengan 1000 arca sebagai syarat mau dinikahi Bandung Bondowoso. Ternyata Putri Roro Jonggrang kemudian curang dan akhirnya dia dikutuk menjadi arca ke-1000. Nah bapak tukang becak yang mengantar saya hari ini bilang kalau dia pernah melihat patung Roro Jonggrang itu berubah menjadi sosok Roro Jonggrang dan menari-nari. Tapi itu hanya bisa dilihat oleh orang-orang "yang bisa lihat". Entah cerita bapak ini benar atau tidak, tetap saja bulu kuduk saya berdiri, hii... Ah ya, saya belum masuk ke area Candi Sewu ya sodara-sodara, semoga ada kesempatan lagi untuk ngetrip kesini.

Saya menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam di kompleks Candi Prambanan dan setelah keluar dari kompleks, saya naik bus Yogyakarta-Solo. Karena ga ada bis yang langsungan ke arah Semarang, saya turun di Kartasura untuk naik bus ke Semarang. Dari Prambanan ke Kartasura saya membayar 10 ribu, dan dari Kartasura-Semarang saya membayar 25 ribu rupiah (bus patas). 

Alternative lain kalau pengen pulang dari Yogyakarta ke Semarang dari Candi Prambanan ya naik bus Trans Jogja koridor 1A dari halte Prambanan dan transit di halte Bandara. Kemudian naik bus koridor 3B dan transit di halte Condong Catur. Terakhir, naik bus koridor 2B ke halte Terminal Jombor. Nah dari sini langsung deh naik bus patas Yogyakarta-Semarang :D.

Walau panas mendera, namun hatiku bahagiaa..


Beri nilai tempat wisata ini, Kak :
{[["☆","★"]]}

Yuk komen, Kak! :D
EmoticonEmoticon