Solo Traveling ke Baturraden, Lokawisata Eksotis di Banyumas

Subscribe to Travelingika.com:

Ngetrip kali ini bisa dibilang nekat karena sendirian aja :D. Solo traveling to Baturraden, sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dari Purwokerto jaraknya sekitar 14 kilometer. Berangkat dari Stasiun Poncol Semarang tanggal 9 Agustus jam 11.15 dengan kereta Kamandaka. Sampai di Stasiun Purwokerto hampir jam 5 sore, karena brenti brenti di stasiun-stasiun sebelumnya lumayan lama. Eniwei, berhubung udah ga ada angkot jam segitu, ke Baturraden nya naik taksi deh. Jaraknya lumayan sih, sekitar 30 menitan gitu dari stasiun. Sampai di Baturraden langsung check-in di New Aprilla Hotel yang saya book lewat Traveloka. Harga per malamnya waktu itu dapat murmer dibawah 100 ribu dan dapat tempat tidur besar, dengan tv dan kamar mandi dalam. Staf nya juga ramah dan bahkan menawarkan untuk mengantar kalau mau cari makan diluar, karena hostel tidak menyediakan sarapan dan didekat hotel juga tidak ada resto / warung makan. Baturraden berada di sebelah selatan Gunung Slamet dan memiliki udara sangat sejuk bahkan semakin dingin di malam hari. Untunglah selimut di hostel lumayan tebal jadi sedikit bisa meredam dinginnya hawa Baturraden, brrrr.... #TetapKedinginan.

Paginya, 10 Agustus 2016 jam 8 pagi, saya mulai eksplor kawasan wisata Baturraden. Dianter sampai area parkir sama staf hotel yang baik hati, jaraknya deket cuma 400 meter-an gitu dari hotel, jalan kaki sebenernya juga bisa. Kawasan pertama ini yang ada Pancuran Tiga nya, yaitu pemandian air panas yang mengandung sulfur. Masuk kawasan wisata Baturraden dengan tiket seharga 14 ribu, tapi itu cuma di pintu masuknya ya. Untuk spot-spot didalamnya masih bayar lagi. Misalnya, masuk Pancuran Tiga tiketnya 10 ribu, terapi ikan bayar 5 ribu, masuk pesawat theater alam bayar 5 ribu juga. Didalam pesawat ini kamu bisa menonton film dokumenter tentang fenomena alam di Indonesia. Tapi cuma bisa pilih 1 film aja dari sekian banyak film yang ada dalam list. Untunglah karena hari biasa maka pengunjungnya ga banyak, malah bisa dibilang hari itu cenderung sepi. Saya bahagia deh selfie nya bisa maksimal, hehe. Disini juga ada waterboom, cascade alam yang wow banget, dan cinema 4D. Sedangkan yang jadi ciri khas Baturraden itu view Sungai Gumawang dengan jembatan merahnya. 

Disambut Semar, Gareng, Petruk, dan Bawor di pintu masuk

Sungai Gumawang

Jembatan merah di Sungai Gumawang

Pancuran Tiga

Selfie ceria diatas Cascade Alam

Pemandangan Cascade Alam

Cascade Alam, spot buatan di Baturraden yang menawan

Pesawat Theater Alam
Puas eksplor kawasan Baturraden yang ada Pancuran Tiga ini, saya lalu menuju ke Pancuran Tujuh yang letaknya sekitar 2,5 km dari Pancuran 3. Kesini saya dianter lagi sama staf hotel yang baik hati itu, hihi. Ya soalnya staf yang baik hati itu pagi tadi memang menawarkan diri untuk mengantar saya ke kawasan wisata Pancuran Tiga dan Pancuran Tujuh, ya saya langsung iya iya aja, hehe kan lumayan ga usah nyari-nyari ojek kesana, soalnya menuju ke Pancuran Tujuh ini cukup ekstrim jadi lebih baik pake motor dan lebih oke lagi kalau ada yang baik hati nganter seperti staf hotel ini :D. Sesampainya di kawasan Pancuran Tujuh, saya membeli tiket masuk yang ternyata cukup mahal yaitu 20 ribu. Tapi worth it banget, pemandangan alamnya ga kalah wow sama kawasan sebelumnya. Malah sumber pemandian air panas sulfur disini lebih gede daripada di Pancuran Tiga. Terdapat juga Goa Selirang dan Tebing Belerang yang background nya keren banget buat poto-poto. 

Pancuran Tujuh

Tebing Belerang
Kalau ga bawa kendaraan, untuk transportasi keluar dari Pancuran Tujuh cukup mudah kalau pas weekend, karena ada angkot. Tapi karena hari itu weekday, angkot amat jarang atau bahkan ga ada dan walhasil saya memutuskan untuk ikut Pak Udin (seorang pekerja di Pancuran 7), jalan kaki ekstrim ke arah desa nya, Desa Wisata Ketenger. Bener-bener ekstrim dengan jalan menurun yang licin, jembatan-jembatan yang kecil dan ga ada pegangan permanennya. Musti ekstra hati-hati walau pemandangan sepanjang jalan juga sangat mempesona. Sampai di Desa Ketenger, Pak Udin lalu mengantar saya kembali ke hostel. Terimakasih ya Pak Udin ^^. 

Mau ke Desa Ketenger, melalui jembatan sempit ini dulu. View dari atas ekstrim banget

Sejuknya....
Pagi berikutnya, 11 Agustus 2016, saya nebeng staf hotel yang selesai shift dan ikut sampai Stasiun Purwokerto. Sebagai tanda terimakasih saya beri imbalan juga tentunya untuk staf hotel yang sedari kemarin berbaik hati mengantar saya kemana-mana ini :D. Saya pulang ke Semarang dengan naik kereta Kamandaka dan sampai di Stasiun Poncol sekitar jam 4 sore. Thanks God for this vacation in Baturraden!


Beri nilai tempat wisata ini, Kak :
{[["☆","★"]]}

Yuk komen, Kak! :D
EmoticonEmoticon