Museum Benteng Vredeburg, Sejarah Perjuangan Kemerdekaan

Untuk one day trip hari ini saya berkunjung ke tiga tempat wisata di Yogyakarta yaitu Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Taman Sari Water Castle, dan Museum Benteng Vredeburg. Dari Taman Sari saya menggunakan jasa Gojek untuk menuju ke museum yang dulunya adalah benteng milik Belanda ini. Letaknya strategis di kawasan Malioboro. Kalau naik bus Trans Jogja, bisa langsung turun di shelter depan museum ini. 

Museum Benteng Vredeburg dibuka untuk umum sejak 1992, didalamnya terdapat koleksi benda bersejarah, yaitu: bangunan yang sudah mengalami pemugaran, diorama yang menggambarkan masa perjuangan, foto dan lukisan, meriam, dll. Tiket masuk super murah cuma 2000 aja. Di pelataran museum ini juga ada replika Tugu Yogya. Hehe, saya yang belum pernah ke Tugu Yogya yang asli langsung selfie didepan tugu mungil ini. 
Pintu masuk Museum Benteng Vredeburg

Trying to imitate him

Selfie sama meriam

Matahari sudah tidak panas sepanas pagi hingga siang tadi. Ah tak terasa sudah jam 4 sore. Berhubung one day trip, jadi wisatanya cukup sehari aja. Dari shelter di depan museum, saya naik bus Trans Jogja koridor 3A, turun di shelter PKU dan lanjut naik bus koridor 2B menuju ke Terminal Jombor. Dari sini saya naik bus patas Yogyakarta-Semarang untuk pulang ke Ungaran, kotaku tercintaah.

Taman Sari Water Castle, Kolam Pemandian Putri Raja


Setelah menikmati sajian pertunjukan seni dan mengeksplor Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, saya naik becak ke Taman Sari Water Castle. Jaraknya sih ga jauh, cuma saking panasnya cuaca waktu itu, jadi pingin naik becak aja biar semilir. Murah kok cuma bayar 5000. Sesampainya di Taman Sari Water Castle, saya membeli tiket seharga 5000 rupiah. Dibelakang saya udah ada segenap bule-bule yang juga antri tiket. Harga untuk turis asing sebesar 15 ribu rupiah. Ternyata turis manca juga doyan kesini karena arsitektur bangunan istana air ini yang unik dan cantik. 

Nah di postingan Keraton Yogyakarta, saya menyebutkan bahwa keraton tersebut didirikan pada masa pemerintahan Pangeran Mangkubumi. Pangeran ini kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwono I. Beliau lantas memerintahkan untuk membangun sebuah istana di titik yang menjadi acuan dibangunnya keraton. Titik itu merupakan mata air yang berjarak 500 meter dari arah Selatan keraton. Istana inilah yang kemudian dikenal dengan nama Taman Sari. Dibangun dengan tujuan untuk menghormati istri-istri Sultan yang turut membantu dalam masa peperangan. 

Highlight di Taman Sari adalah tentu saja kolam pemandiannya yang diberi nama Pasiraman Umbul Binangun. Dulunya hanya boleh dimasuki oleh Sultan dan keluarganya. Di area ini baunya enak banget, wangi. Pada jaman dahulu, kolam pemandian ini dibagi menjadi tiga yaitu Umbul Kawitan yang merupakan kolam untuk putri-putri raja, Umbul Pamuncar yang merupakan kolam untuk para selir, dan Umbul Panguras yang merupakan kolam untuk raja. Beberapa spot lain yang saya kunjungi di Taman Sari adalah Gedong Gapura Hageng yang merupakan pintu gerbang utama taman, Gedong Gapura Panggung yang adalah pintu masuk utama wisatawan, dan Gedong Sekawan. Yang belum sempat saya kunjungi adalah Sumur Gumuling yang merupakan masjid bawah tanah dimana raja dan keluarganya melakukan ibadah sholat. 
Pasiraman Umbul Binangun

Gedong Gapura Hageng

Di Taman Sari ini banyak penjual es degan, jadi bisa santai duduk-duduk dulu sambil menikmati es degan ditengah cuaca yang panas. Next, perjalanan saya lanjutkan ke Museum Benteng Vredeburg.

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Menikmati Pertunjukan Seni Setiap Hari

Baiklah, ngetrip sendirian lagi ke Yogyakarta. Berangkat pagi dari Ungaran, sampai sana tetap aja menjelang siang. Begitulah kalau naik bis ekonomi, ngetemnya lama, terutama waktu ngetem di Terminal Magelang. Oke oke namanya aja ala backpacker irit murmer jadi no complain deh, yang penting sampai Yogyakarta yes. Sampai di Terminal Jombor langsung naik bus Trans Jogja koridor 2A menuju ke Malioboro dan turun di shelter depan Museum Benteng Vredeburg. Tapi tujuan pertama saya bukan museum ini melainkan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dulu, soalnya ngejar jam live show seni nya. Nah dari shelter bus ini tinggal jalan kaki aja sampai ke keraton. Bayar tiket masuk dulu seharga 6000 rupiah, dengan rincian 5000 rupiah untuk tiket masuk dan 1000 rupiah untuk ijin foto-foto.

Begitu masuk ke lingkungan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, live show seni nya udah dimulai. Hari itu hari Rabu jadi jadwalnya adalah live show wayang golek. Kalau berkunjung hari Minggu dan Kamis bisa nonton live show tarian tradisional dan wayang orang di keraton ini. Senin-selasa pengunjung bisa menikmati alunan musik gamelan, Jumat untuk sajian Macapat, dan Sabtu untuk pertunjukan wayang kulit. Semua pertunjukan tersebut dimulai antara pukul 9.30 atau 10.00 WIB. Saya menikmati pertunjukan wayang golek selama beberapa saat saja, ga sampai selesai karena saya mau mengeksplor keraton ini. Keraton yang dibangun Pangeran Mangkubumi pada tahun 1755 ini bernuansa mistis karena menjadi garis imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis.

Didalam lingkungan keraton, ada banyak abdi dalem yang sedang bertugas. Ada papan warning untuk tidak foto membelakangi mereka. Ada juga koleksi benda-benda keraton misalnya keramik, aneka replika, foto-foto, dan senjata. Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat selalu ramai pengunjung, termasuk turis-turis mancanegara. Mereka sungguh mengagumi dan menghargai budaya Jawa yang sangat kental terpancar di keraton ini. Ini adalah kali kedua saya mengunjungi sebuah keraton Jawa. Yang pertama pada waktu ke Solo bulan Mei lalu saya ngetrip ke Keraton Surakarta Hadiningrat. Okee, selepas narsis di keraton ini saya melanjutkan one day trip kali ini ke Taman Sari Water Castle.

Salah satu sudut yang colorful di Keraton Yogyakarta

Kampoeng Kopi Banaran, Wisata Kebun Kopi di Semarang


Sekarang ini makin banyak aja cafe atau tempat-tempat kekinian buat hang out dan ngupi-ngupi. Terus terang saya jarang ke cafe-cafe ngehits karena lebih suka save money buat jalan-jalan, hehe. Anyway kenapa sih saya pengen mengulas tempat ngupi yang bernama Kampoeng Kopi Banaran ini? Karena setelah ngetrip kemari saya bisa bilang kalau tempat wisata ini punya fasilitas yang yess. Ga cuma buat hang out, makan en ngupi-ngupi, tapi juga bisa untuk aktivitas berenang, outbound dan wisata keliling kebun kopi. 

Kampoeng Kopi Banaran letaknya ada di Jalan Raya Semarang-Solo, Bawen, Kabupaten Semarang, lokasinya strategis dipinggir jalan. Masuk kemari gratis, tapi kalau mau berenang, outbound dan naik kereta wisata untuk mengelilingi kebun ya musti bayar lah :D. Begitu masuk ke area Kampoeng Kopi Banaran, aroma kopi udah membahana.. harum nian euy! Nah, target saya adalah wisata keliling kebun kopinya. Untuk hari Senin sampai Jumat, tiket untuk naik kereta bisa dibeli di restorannya, dan saat weekend bisa beli tiket di loket keretanya. 

Dua cangkir raksasa di pintu masuk

Tanaman kopi semerbak mewangi

Naik kereta wisata keliling kebun kopi, yay!
Tiket untuk naik kereta wisata sebesar 70 ribu, harga yang menurut saya mahal, hehe apalagi cuma sebentar kelilingnya. Tapi tak mengapa, bau harum tanaman kopi sungguh menggoda, seneng deh keliling kebun kopi ini. Ga cape-cape juga untuk selfie dengan kereta wisata yang bentuknya lucu ini. Ah ya, dari kebun kopi ini kita juga bisa melihat view Rawa Pening di kejauhan. Tapi masih lebih jelas view Rawa Pening dilihat dari Eling Bening sih, hehe. Untuk mengelilingi kebun ini butuh waktu sekitar 15-20 menit, pak drivernya sip banget dah pokoknya dalam memberikan penjelasan seputar kebun kopi ini. Selain itu, bisa kita mintain tolong juga untuk foto-foto di beberapa lokasi keren di kebun kopi ini. Jadi walaupun tarifnya lumayan mahal buat kocek saya, tapi worth it lah.

Penampakan kopi
Nah setelah wisata keliling kebun, kita bisa beraktivitas outbound juga. Permainan outbound yang ada disini adalah flying fox dan panjat jaring, bisa dinikmati ketika weekend aja. Tapi secara saya ini penggemar ngetrip pas hari biasa jadilah saya ga bisa menikmati outbound disini. Selain outbound, disini ada kolam renang, taman kelinci, istana balon, ATV, golf car, tempat mandi bola buat anak-anak, dan lain-lain. Menu di restorannya cukup variatif dengan harga yang menurut saya sih wajar-wajar aja, free wifi di area restonya juga not bad. Di resto nya saya memesan nasi goreng dan kopi. Kopinya enak dan harganya ga mahal. Jam buka yang panjang dari jam 7 pagi sampai jam 9 malem bikin pengunjung bisa berlama-lama hang out disini. Thanks ya sis Kipti untuk ngetrip barengnya ke Kampoeng Kopi Banaran ^^.

Comments

Featured Travel Note

A Trip to Hong Kong Disneyland, A Dream That Comes True

Catatan Mancanegara