Yuk Belajar Tentang Gunung Merapi di Ketep Pass Magelang


Kalau tadi pagi saya sudah naik ke puncak Gunung Telomoyo dengan membonceng motor (walaupun medannya cukup amburadul karena banyak lubang dan kerusakan jalan), siang ini saya ke objek wisata Ketep Pass yang juga terletak di Magelang. Sayangnya kabut masih setia pada kami dan belum mau pergi-pergi juga. Di Ketep Pass ini kami ga bisa berfoto ria dengan background alam pegunungan yang cantik. Semuanya ketutupan kabut, huhu hiks hiks. Ah sepertinya perlu ada trip ronde kedua nih ke Ketep Pass. 

Ketep Pass lokasinya ada di puncak Bukit Sawangan dengan ketinggian 1200 mdpl, berada di pertengahan Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Menuju ke Ketep Pass jalannya tidak sulit, bahkan pengunjung bisa mencapai objek wisata ini dengan mudah dengan bus, mobil ataupun motor. Tiket masuk 10 ribu per orang. Anyway, walaupun hari ini penuh dengan kabut, tapi tidak menyurutkan niat kami untuk tetap mengambil beberapa foto di luar. Nah apa sih Ketep Pass itu? Ketep Pass ini adalah gedung tempat peragaan dan dokumentasi seputar Gunung Merapi. All about Mount Merapi lah pokoknya. Untuk yang penasaran soal volcano sangat disarankan untuk mengunjungi Ketep Pass karena objek wisata ini merupakan tempat yang bagus untuk belajar tentang gunung berapi, bahkan di museum nya ada miniatur Gunung Merapi segala. Tapi ga hanya untuk edukasi dan sarana penelitian, Ketep Pass juga merupakan tempat rekreasi keluarga. Disini ada gardu pandang dan pelataran Panca Arga dengan view pegunungan. Ketika cuaca cerah dan bersahabat, kita bisa menikmati view 5 gunung dari sini yaitu Gunung Merapi, Sindoro, Merbabu, Slamet, dan Sumbing, serta beberapa gunung dan bukit kecil. Tapi ya itu tadi, hari ini all ketutupan kabut hiks hiks *meratap*.

Beberapa batu yang diambil dari Gunung Merapi

View alam yang lenyap "dimakan" kabut
Untuk yang tertarik menonton film tentang Gunung Merapi, bisa masuk ke Ketep Volcano Theatre. Meskipun durasi filmnya tidak lama tapi bagus untuk mengetahui tentang sejarah dan beberapa peristiwa yang terjadi di Gunung Merapi. Ah waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, saatnya balik arah pulang ke Ungaran.. Dan seperti yang sudah saya tulis tadi, saya masih ga rela karena ngetrip hari ini ditemani si kabut. Ah lain kali saya musti ngetrip ke Ketep Pass lagi.

Serunya Mendaki Gunung Telomoyo dengan Motor

Gunung Telomoyo adalah gunung yang terletak di dua kabupaten yaitu Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Gunung ini tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 1800 meter diatas permukaan laut. Makanya cocok sekali bagi pendaki pemula. Apalagi kalau males mendaki on foot alias pake kaki, bisa juga mendaki pakai motor, hehe. Saya naik ke Gunung Telomoyo bersama seorang teman, kebetulan dia punya motor jadi kita motoran aja sampai puncak, hahaha..

Eh tapi ga semudah itu loh naiknya. Kenapa oh kenapa? Karena... jalannya ampuuun rusaak banget disana sini, jadi sebenarnya ya ga seratus persen mendaki pakai motor sih. Kami bahkan turun beberapa kali dan menggiring motor keatas saking parnonya liat lubang-lubang gede dan kerusakan jalan menuju ke puncak Gunung Telomoyo. Ditambah lagi saat itu gerimis dan kabut cukup tebal. Ya sudahlah, meskipun ga bisa foto-foto maksimal disini gara-gara pemandangan alamnya ketutupan kabut dimana-mana tapi at least bisa berbangga hati karena akhirnya bisa sampe puncak, sodara-sodara!!

Di sekitaran gunung ini ada 4 gunung lain yaitu Gunung Andong, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, dan Gunung Ungaran. Jadi kawasan pegunungan ini memang cocok buat mereka yang hobi mendaki. Masih bete soal kabut, sampai dipuncaknya pun kami cuma istirahat sebentar lalu turun lagi secara mau foto-foto di air terjun kecil yang kami jumpai dalam perjalanan keatas tadi. Nah didekat air terjun ini juga ada landasan parasailing. Dari landasan ini biasanya orang suka ambil foto pemandangan alam yang luar biasa kerennya. Tapi nampaknya kabut masih setia 'menghantui" kami dan ga mau pergi-pergi juga, walhasil foto-foto di landasan itu pun gatot alias gagal total karena cuma dapat gambar landasannya doang tanpa pemandangan alamnya, hiks. Ah ya sudahlah besok kalau kemari lagi pokoknya musti pas musim kemarau biar ga patah hati akibat kabut.

Anyway, sampailah kami di air terjun kecil kece en cute ini. Bagus juga lokasinya dengan bebatuan besar dan pohon-pohon tinggi. Akhirnya rasa patah hati yang tadi kami rasakan akibat kabut sirna sudah, digantikan dengan foto-foto kece di air terjun Gunung Telomoyo.

Air terjun mini di Gunung Telomoyo

Sampai di puncak Gunung Telomoyo

Memandang Kecenya Pantai Srau dari Atas Bukit


Kalau sedang trip, senang sekali kalau bisa mengunjungi beberapa destinasi sekaligus, antara 2 sampai 4 tempat wisata. Seperti hari ini juga begitu, saya mengunjungi 4 destinasi di Pacitan yaitu Pantai Ngiroboyo, Sungai Maron, Pantai Watu Karung, dan terakhir adalah pantai yang mau saya bahas di postingan ini yaitu Pantai Srau yang berlokasi di Desa Pringkuku. 

Dari atas bukit

Selfie yess :D

Bukit karang yang saya naikin tadi..

Pemandangannya bikin pengen foto-foto terus
Sebenarnya kadar energi kami sudah berada pada level sangat lelah hahaha, jadi sayang banget sebenarnya waktu kami kesini kami ga terlalu mengeksplor area Pantai Srau. Jadi mostly kami kesini buat ngadem dan mojok aja sambil duduk-duduk di tempat yang ga kena panas. Tapi no worries, meski berada dalam lazy mode, tapi saya tetep explore (walau dikit) dan ber-narsis ria. Nah saya memilih untuk naik mendaki ke sedikit bagian bukit yang ada di tepi pantai ini. Dari bukit ini saya mengambil foto Pantai Srau dari atas. Tampak syahdu nan kece yess #MemujiFotoSendiri. Anyway, ga pake lama naiknya langsung saya turun lagi dan memilih untuk men-celup-kan kaki-kaki ini di air laut sambil kembali berfoto ria. 

Sambil deg-degan takut kalau ombak besar tiba-tiba datang 

Pose terakhir sebelum duduk mojok tiduran sebentar sebelum pulang ke Semarang :D
Selebihnya kami banyakan mojok duduk sambil melepas lelah, hehehe... saat itu pantai tidak banyak pengunjungnya, cuaca cerah panas dan udara sungguh mendukung untuk tiduran sejenak sebelum balik pulang ke Semarang. Oke lah maafkan saya ya gaess kalau foto-fotonya ga maksimal. Maklum masih berada dalam lazy mode, ga tau nih kenapa kok tumben saya lagi agak lazy untuk mengeksplor dari ujung ke ujung, padahal biasanya paling rajin, hehe. Karakter Pantai Srau ini seperti pantai-pantai umumnya di Pacitan, yaitu pasirnya putih bersih, lautnya biru jernih, dan adanya pulau-pulau atau karang-karang besar yang bakalan menambah amazing nya foto-foto kamu.

Okee trip hari ini saya akhiri sampai disini dulu ya gaess. Next semoga diberi cuaca cerah lagi, dan juga rejeki yang terus ada biar jalan-jalan dan piknik terus hehe amiiin :).

Alasan Turis Asing Menyukai Pantai Watu Karung Pacitan

Edisi belum bisa move on dari keindahan Pantai Pasir Putih Watu Karung, di trip hari ini selepas dari Pantai Ngiroboyo dan Sungai Maron, saya dan teman-teman melanjutkan trip ke Pantai Watu Karung yang ada di Desa Pringkuku, Pacitan. Saya sudah pernah mengunjungi pantai nan indah ini pada bulan Juli lalu. Tapi masih kebayang indahnya pantai ini, membuat saya juga ketagihan untuk mengunjungi Pantai Watu Karung lagi. 

Disekitar pantai ini banyak terdapat pulau-pulau atau tebing karang yang membuat view nya makin luar biasa. Pairnya putih bersih, air lautnya jangan ditanya, beuuh bener-bener syahdu syalala, indah luar biasa, birunyaa... jernihnya... alamak.. pokoknya dikau rugi kalau tidak ngetrip kemari. Hawanya pingin jeguran ceria terus kalau disini. 

Narsis dulu...
Nah, disini berasa kayak di Bali ya sodara-sodara, bule-bule cewe pada ber-bikini dan beberapa orang terlihat mencoba surfing di laut. Kabarnya sih bule bule banyak berdatangan sejak tahun 2007 karena info tentang surfing di pantai ini tersebar di medsos. Biasanya bule banyak datang sekitar April sampai Oktober dimana saat itu ombak laut cukup besar. 

Setelah berfoto ria, makan siang dan menikmati pemandangan laut selama kurang lebih 2 jam, kami mengakhiri trip kami di Pantai Watu Karung dan bergegas menuju ke destinasi terakhir kami untuk hari ini yaitu Pantai Srau.

Ketagihan Berpetualang Menyusuri Sungai Maron Pacitan


Saking sukanya sama Sungai Maron, mengunjungi yang kedua kali pun masih bikin hati ini berdebar bahagia. Kebetulan teman mengajak ngetrip bareng ke Pantai Ngiroboyo yang lokasinya berseberangan dengan Sungai Maron ini, langsung saya bilang yes yes pokoknya :D, senang rasanya bakalan berpetualang naik kapal menyusuri Sungai Maron lagi, hehe.

Kecenya view Pantai Ngiroboyo

Sebelum naik kapal ya narsis duluu...
Kami sampai di area Sungai Maron dan Pantai Ngiroboyo di pagi hari, jadi belum terasa panas, yang ada cuaca sejuk dan segar, bakalan yes dan enak banget buat naik kapal, sepoi-sepoi amboi anginnya. Langsung kami sewa kapal seharga 100 ribu, share cost dengan teman-teman. Satu kapal bisa muat 5 orang. Setelah pakai life jacket dan naik ke kapal, mulailah kami menyusuri Sungai Maron sejauh 8 kilometer pulang-pergi ini. Pemandangan sungai yang indah dan pepohonan tinggi yang bertebaran di sebelah kanan kiri area sungai ini benar-benar sayang untuk dilewatkan. Cuss saya foto-foto dan membuat video pendek untuk Sungai Maron ini. 

Sebelum turun dari kapal ya narsis duluu...

Muara yang jadi pertemuan air sungai dan air laut

View tebing hijau
Setelah selesai berpetualang menyusuri Sungai Maron, beberapa dari kami jeguran ceria di muara yang menjadi pertemuan air Sungai Maron dan Pantai Ngiroboyo. Unik karena muara ini airnya tawar seperti air sungai tapi dasarnya pasir pantai. Eniwei, musti hati-hati ya kalau ke area muara ini waspada aja dengan ombak pasangnya. Pas kemari belum ada ombak so bisa agak mendekat ke lautnya. Tapi siangan dikit, ombaknya tau-tau mendekat ke muara, kami yang sebenarnya lagi asyik jeguran ceria langsung terbirit-birit lari menghindari ombak yang tiba-tiba mengisi daerah muara di Pantai Ngiroboyo ini. Oya disini juga ada penangkaran mini untuk penyu, tapi masih ala kadarnya, moga kedepannya bisa lebih ditingkatkan lagi untuk penangkaran penyunya. Keren kan kalau di masa mendatang selain view laut dan petualangan susur sungai, pantai ini juga menawarkan wisata edukasi penangkaran penyu :). Trip hari ini belum berakhir ya gaess, selanjutnya kami cuss menuju ke Pantai Watu Karung dan Pantai Srau.

Anak penyu

Comments

Featured Travel Note

A Trip to Hong Kong Disneyland, A Dream That Comes True

Catatan Mancanegara