Pohon Natal Unik dan Restoran Kece di The Wujil Resort Ungaran


Selain Balemong Resort, di Ungaran juga ada satu lagi resort yang lagi hits, yaitu The Wujil Resort & Conventions. Resort ini beralamat di Jl. Soekarno-Hatta km 25,5 Ungaran, Wujil, Kabupaten Semarang. Saya kesini tanggal 24 Desember 2016 dimana nuansa Hari Natal sangat terasa dengan adanya pohon Natal yang cukup gede di pintu masuk nya. Nah sebenarnya saya ke resort ini karena memang sedang berburu photo pohon Natal yang unik. Salah seorang teman yang kemarin piknik kemari kirim pesan ke saya kalau di The Wujil saat itu ada pohon Natal yang unik. Dan memang bener-bener unik, pohonnya sebagian terbuat dari ketela, ga seperti pohon Natal yang saya lihat pada umumnya. 

Pohon Natal yang unik

Di depan pintu masuk resort
Anyway, setelah memotret pohon Natal, saya malah akhirnya keterusan pengen tau bagian dalamnya The Wujil Resort. Sayang sekali pas itu saya udah makan siang jadi saya ga mencoba menu di restorannya. Restorannya ditata cantik dan apik dengan view kolam dan taman yang asri. Di taman belakangnya ada beberapa mainan anak-anak, jadi buat ortu yang bawa anak-anaknya ga usah ragu-ragu, pasti anak-anak enjoy dimari. 

Salah satu sudut taman yang sejuk

Resto kece dengan view taman-taman
Resort ini belum 100% selesai dikerjakan, masih tahap pembangunan di bagian belakangnya tapi fasilitasnya udah yes. Selain resto juga ada kolam renang yang biasanya ramai pengunjung. Tapi karena waktu itu saya ga bawa baju ganti, jadi saya ga berenang. Hehe, yah besok kalau ke The Wujil Resort lagi saya pasti akan coba menu di restorannya dan juga berenang ceria di kolam renangnya :D. 

Piknik ke Balemong Resort Ungaran


Dalam rangka ngetes kamera underwater, kali ini saya bareng sis Tita piknik ke salah satu resort yang cukup ngehits di Ungaran, yaitu Balemong Resort. Kami berniat untuk uji coba kamera waterproof murmer Nikon S33 di kolam renangnya. Kolam renang Taman Tirto yang ada di area resort ini memiliki view alam yang cantik, dengan background gunung. Alamatnya ada di Jl. Pattimura 1B Sisemut, Ungaran. Tarif masuk kolam 30 ribu dan ada 3 kolam dengan kedalaman yang berbeda-beda. Berhubung ga bisa berenang, ya kami ngetes kameranya di kolam yang cethek aja, yang 80 cm, hehe.

Ampuun, spot ini kece banget!

Salah satu sudut taman yang indah di Balemong Resort

Sama sis Tita

Hasil jepretan selfie underwater dengan Nikon S33
Btw, sepanjang jalan dari lobby hotel menuju kolam renang ada banyak taman-taman kece, so kami ga langsung ke kolamnya tapi selfie dulu di taman-tamannya ^^. Berenang disini asik juga, waktu itu hanya ada beberapa orang, tidak rame karena mungkin pas ga weekend. Puas foto-foto, ngetes kamera, dan menikmati pemandangan alam. Thanks ya sis Tita udah jala, berenang en piknik bareng @Travelingika :D

Berwisata ke Air Terjun Sri Gethuk di Gunung Kidul Yogyakarta


Setelah mengunjungi Pantai Siung dan Pantai Nglambor, trip hari ini kami akhiri dengan berwisata ke Air Terjun Sri Gethuk. Air Terjun Sri Gethuk berada di Desa Bleberan, Gunung Kidul, Yogyakarta. Lokasinya ada di tepi Sungai Oyo dan dikelilingi areal persawahan yang hijau. Air terjun ini bisa dibilang sangat populer dan selalu ramai didatangi wisatawan. Kebetulan kemari pada hari Minggu, jadi ya ga heran dengan banyaknya pengunjung, baik domestik maupun mancanegara. Masuk kemari cukup murah, hanya 10 ribu saja. Untuk ke air terjunnya sendiri, kita harus naik boat yang disediakan. Tarif boat 10 ribu PP. Perjalanan boat sendiri tidak lama, hanya beberapa menit dan sudah sampai di air terjun yang pemandangannya keren ini. Yang agak disayangkan karena airnya sedang agak keruh, kecoklatan mungkin karena musim hujan. Air di Sungai Oyo nya sendiri jangan ditanya deh, coklat gelap aduh keruh banget, hiks. 

Sungai Oyo

Selfie dengan view air terjun

Segerrr...
Anyway, disini musti hati-hati ya, untuk berfoto ria mesti aware ketika menapaki batu-batunya. Jangan sampai kepleset dan jatuh ke Sungai Oyo. Selesai menikmati keindahan air terjun ini, bisa langsung balik ke tempat semula dengan naik boat lagi.

Pantai Nglambor Gunung Kidul, Tak Lengkap Bila Tak Snorkeling


Pantai Nglambor letaknya tak jauh dari Pantai Siung. Masih di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul. Untuk mencapainya dari area parkir Pantai Nglambor, kita bisa naik ojek dengan tarif 5000 aja, atau jalan kaki sejauh 1 km. Pantai Nglambor tidak memiliki view laut seluas pantai yang sebelumnya saya kunjungi yaitu Pantai Siung, tetapi pantai ini terkenal sebagai spot untuk snorkeling. 

View sebelum memasuki Pantai Nglambor
Pantai ini termasuk pantai yang populer, terlihat dari ramainya pengunjung. Kepopulerannya ya karena bisa snorkeling ceria disini. Sayang sekali, untuk pertama kalinya ke pantai ini saya tidak melakukan snorkeling, tapi seorang teman ngetrip saya snorkeling bareng anaknya dan katanya sih keren banget dasar lautnya, layaknya akuarium yang menyimpan pesona. Lagipula snorkeling di Pantai Nglambor cukup aman karena spot snorkelingnya tidak dalam dan bila datang di pagi hari ombaknya tidak besar. Terdapat ikan-ikan cantik dan karang-karang yang bikin foto underwater kita kece abis. Air laut jernih dan pasir putih, aiih indahnyaa. 

Rameeeee.... :D :D
Ah, jadi nyesel deh kenapa ga bawa baju lebih, huhu. Pokoknya kalau ke Pantai Nglambor, tak lengkap rasanya kalau belum snorkeling. Anyway, snorkeling di Pantai Nglambor bisa dibilang murah meriah, hanya dengan 45 ribu udah bisa sewa goggle dan alat snorkel, life jacket, guide dan dapat foto underwater. Asik kan? Oh ya, makin siang sih ombaknya makin besar, jadi usahakan aja kalau kemari agak pagian supaya bisa puas snorkeling nya.

Ini Olahraga Ekstrim yang Lazim Dilakukan di Pantai Siung Gunung Kidul


Baiklah, mari kita piknik lagi ke Yogyakarta. Lagi-lagi ke area Gunung Kidul, namun dengan destinasi yang berbeda. Kali ini piknik ke Pantai Siung, Pantai Nglambor, dan air terjun Sri Gethuk. Di catatan ini saya akan membahas trip saya ke Pantai Siung. Pantai Siung terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Mungkin pantai ini tidak sepopuler Pantai Indrayanti ataupun Pantai Baron, tapi tidak ada salahnya ngetrip ke pantai ini karena pesona alamnya sungguh menawan. Pantainya tidak terlalu ramai meskipun saat itu kami berkunjung waktu weekend. Saya dan teman-teman berangkat dari Semarang sekitar jam 1 malam dan sampai di Pantai Siung sekitar jam 6 pagi. Memang sudah ketinggalan momen sunrise tapi tak mengapa, pesona pemandangan pantai dan view lautnya bener-bener membuat kami bahagia. 


Di Pantai Siung banyak terdapat tenda-tenda, wah rupanya banyak juga yang suka camping disini. Masuk ke area Pantai Siung (+ Pantai Nglambor) bayarnya 5000 per orang. Area parkir luas dan banyak warung makanan yang buka. Air di kamar mandi umum seger dan tidak lengket. Berkunjung ke Pantai Siung, saya disuguhi pemandangan karang-karang raksasa dan panorama pantai yang indah. Karakter pasirnya bersih, air laut yang jernih dengan ombak yang waktu itu tidak terlalu besar. Pantai ini dikenal juga sebagai pantainya para pemanjat tebing karena ada deretan tebing karst yang dijadikan spot olahraga panjat tebing disini. Letaknya disebelah barat Pantai Siung dan biasanya deretan tebing tersebut dijadikan tempat uji nyali panjat tebing.  





Nah darimana asal nama Pantai Siung? Nama Pantai Siung sendiri ternyata berasal dari salah satu bentuk batu karang di pantai ini yang menyerupai gigi kera atau Siung Wanara. Dari batu itulah akhirnya penduduk setempat menamai pantai ini Pantai Siung. Kami berfoto ria, menikmati view lautan luas, dan relaks di pantai ini sekitar 3 jam sebelum melanjutkan trip ke Pantai Nglambor.

A Trip to Hong Kong Disneyland, A Dream That Comes True

Trip to Hongkong Disneyland

Thanks God, salah satu impian sedari dulu terkabul jugaa..yaitu.. Jalan-jalan ke Disneyland, yayyy. Ya maklumlah dana irit khas backpacker tapi berhasil juga ke Disneyland. Berikut ini catatan ngetrip saya ke Hong Kong Disneyland ^^.

Trip to Hongkong Disneyland


Hong Kong Disneyland berada di Lantau Island dan untuk mencapainya sangat mudah yaitu dengan naik MRT. Karena hostel tempat saya menginap ada di area Tsim Sha Tsui, maka dari stasiun Tsim Sha Tsui saya naik MRT jalur Tsuen Wan dan turun di stasiun Lai King. Lanjut naik MRT jalur Tung Chung turun di stasiun Sunny Bay. Nah, dari sini tinggal naik MRT jalur Disneyland deh. MRT nya cute kece khas Disney, jendela dan pegangan tangannya pun berbentuk Mickey Mouse. Tiket masuk HKD 539 dan bisa titip tas di Luggage Valet seharga HKD 90 per orang. Tempat penitipan barang ini buka sampai pukul 9 malam.



Trip to Hongkong Disneyland




Ada 7 area di Disneyland theme park ini yaitu Main Street USA, Fantasyland, Adventureland, Tomorrowland, Grizzly Gulch, Mystic Point, dan Toy Story Land. Jangan kuatir, tersedia guide maps yang bisa dijadikan pegangan biar ga kesasar, hehe. Tapi penunjuk arah di Disneyland juga cukup jelas kok, so enjoy dan have fun ajaaa ^^. Yang paling cihui tentu aja ketika selfie didepan Sleeping Beauty Castle, hohohoho impian masa kecil untuk foto didepan castle kesampaian juga!! ^^


Disini saya juga berkesempatan poto-poto dengan beberapa karakter Disney yaitu Tinker Bell, Woody (Toy Story), dan Princess Aurora. Untuk aneka wahananya, di Disneyland banyak sekali wahana yang bisa dicoba tapi ya...sabar ya...karena.. 1 wahana aja antrinya alamak, dan ndak ngaruh juga weekend atau weekdays, tetep aja rameee. Saya hanya mencoba 2 wahana, yang pertama yaitu Sling Dog Spin di Toy Story Land. Waktu itu saya antri sekitar 40 menit untuk main wahana ini yang durasinya cuma 2-3 menit saja. Yang kedua adalah Buzz Lightyear Astro Blasters di Tomorrowland. Ini wahana perang bintang gitu. Lumayan seru juga. Kalau yang ini ndak antri secara pas wahana nya buka pas saya sedang lewat didepannya. Faktor luck aja, hehe.



Makin malam suasana makin keren dengan lampu-lampu cantik yang memenuhi area Disneyland. Pohon-pohon Natal yang ada juga bersinar terang. Eniwei, saya disini hanya sampai jam 7 malem, dikarenakan udah capek aja, Disneyland luas sekali, lama-lama lempoh juga kakinya, hehe. Sebenernya seharian keliling Disneyland itu ga cukup banget. Perlu beberapa hari supaya bener-bener puas dan bisa mainin semua wahananya. Puji Tuhan, trip ke Disneyland di Hong Kong ini lancar jaya ^^




Setelah mengambil tas di Luggage Valet, saya segera menuju ke stasiun Disneyland untuk naik MRT ke stasiun Sunny Bay. Dari sini lanjut naik MRT jalur Tung Chung dan turun di stasiun Tung Chung. 

Trip to Hongkong Disneyland


Untuk ke bandara dari stasiun ini mudah sekali. Cukup jalan dikit ke terminal bus Tung Chung lalu cari line untuk bus S1 (Airport). Perhentian terakhir bus ini adalah di bandara, so ndak usah takut keliwatan. 

Dari Hong Kong International Airport saya terbang ke Changi Airport Singapore dulu, lalu lanjut fly ke Semarang. 

Akhirnya selesai juga ngetrip di Hong Kong dan Macau. Thanks God, dikasi cuaca yang cerah selama ngetrip, secara yang paling penting untuk seorang traveler adalah cuaca yang cerah (dan duit, hehe).

Semoga next year bisa ngetrip ke negara-negara yang lebih jauh lagi. Amin ^^.

Wisata Sehari di Macau, Kota Kasino Bernuansa Portugis


Tempat-tempat wisata yang saya kunjungi di Macau adalah: Macau Fisherman's Wharf, Guan Yin Statue, Senado Square, Ruins of St.Paul's, The Parisian, dan The Venetian.

Berikut ini catatan trip saya di Macau (5 Desember 2016):

Dari Hong Kong naik kapal feri Turbojet dari China Ferry Terminal jam 8 pagi. Tiket ekonomi harga HKD 164 dan perjalanan sekitar 1 jam. Ada wifi didalam kapal tapi selow bingitt jadi mending off aja. 

Sampai di Macau Ferry Terminal sekitar jam 9, lalu jalan kaki ke Macau Fisherman's Wharf. Disini ada Colosseum KW, lol. Lanjut ke Guan Yin Statue atau patung Dewi Kwan Im. Foto-foto dengan background gedung-gedung didepan patung ini juga bagus.





Perjalanan saya berlanjut ke Senado Square (Largo do Senado). Di sepanjang jalan banyak terdapat hotel casino yang megah. Macau memang terkenal dengan bisnis casino nya. Sampai di Senado Square, udah disambut gedung-gedung berwarna-warni khas Eropah disana sini. Kebetulan karena bulan Desember, maka nuansa Natalnya terasa sekali dengan pohon Natal ijo besar dan aksesoris Natal dimana-mana. Di sekitaran Senado Square terdapat: Leal Senado Building, Cathedral, Santa Casa da Misericordia, Kuan Tai Temple, toko-toko tradisional, bangunan-bangunan dengan sentuhan neo classical style, St. Dominic's Church, Lou Kau Mansion, Nu Wa Temple, St. Dominic's Square, dan Ruins of St.Paul's. Jalan terus ke arah Utara maka akan sampai di Ruins of St.Paul's yang merupakan tempat wisata paling populer di Macau. Jangan ditanya berapa banyak orang, hari itu hari Senin tapi ramenyaaaaa, ga kebayang kalau ke Macau hari Minggu. Gitu aja udah susah bener nyari-nyari celah buat poto-poto.



Puas eksplor Ruins of St.Paul's, saya jalan ke pool nya shuttle bus City of Dream di Sintra. Bis gratisan ini mengantar ke terminal Studio City di Taipa, Macau. Macau memiliki 2 pulau terpisah: Taipa dan Coloane yang dihubungkan dengan area reklamasi Cotai. Tujuan kami yang berikutnya ada di Taipa yaitu The Parisian dan The Venetian.

Sesuai namanya, di The Parisian terdapat sesuatu yang khas Paris banget: Eiffel Tower. Versi KW, hehe. Selain itu ada juga tiruan Triumphal Arch (Arc de Triomphe). Berikutnya, ke The Venetian. Disini ada Grand Canals of Shoppes, tiruan kanal seperti di Venesia, komplit dengan boat dan nahkoda khas Venesia. Disekitar kanal ada banyak toko-toko cantik warna-warni. Puas-puasin deh poto-poto disini.






Menjelang sore saya balik jalan kaki ke terminal Studio City. Di terminal ini terdapat beberapa line bus dengan tujuan yang berbeda-beda. Untuk balik ke Hong Kong, cukup naik shuttle bus dengan tujuan ke Macau Ferry Terminal. Bus gratis dengan wifi kenceng, sungguh 15 menit yang menyenangkan, hehe.

Sesampainya di Macau Ferry Terminal, segera ke konter Turbojet, pilih tujuan Kowloon. Tiket ekonomi seharga HKD 153 dan perjalanan laut sekitar 1 jam. Kami berangkat jam 5 sore dan sampai di China Ferry Terminal Hong Kong jam 6 sore.

Walaupun hanya ngetrip kurang dari 1 hari di Macau tapi cukup senang bisa jalan-jalan irit disini ^^.

Catatan Liburan Seru di Hong Kong

ngong ping

Destinasi yang saya kunjungi selama berada di Hong Kong adalah: Ngong Ping, The Peak, Charlie Brown Cafe, The Clock Tower, Ladies Market, Garden of Stars, dan Hong Kong Disneyland. Khusus untuk Hong Kong Disneyland akan dibahas dalam postingan tersendiri. Selain itu, selama berada di Hong Kong, saya juga ngetrip satu hari ke Macau. Catatan Macau ini juga akan saya bahas di postingan tersendiri.

Berikut ini adalah catatan saya selama berada di Hong Kong:

Day 1 (4 Desember 2016) - Ngong Ping, The Peak, Charlie Brown Cafe

Tiba di Hong Kong International Airport jam 8 pagi dengan pesawat Garuda CGK - HKG, langsung beli kartu Octopus di konter Airport Express seharga HKD 150 (HKD 50 untuk deposit). Kartu Octopus ini praktis untuk bayar apa aja, naik bus, MRT, belanja, dll. Destinasi pertama saya adalah Ngong Ping di Lantau Island. Dari bandara naik bus S1 ke terminal bus Tung Chung seharga HKD 3.5 aja, bayar pake kartu Octopus tinggal tempel aja pas naik. Sampai di Tung Chung, jalan ke area dibawah cable car dimana udah ada beberapa spot antri naik bus. Ke Ngong Ping bisa dengan cable car tapi berhubung buat saya harga segitu mahal, saya pilih naik bus ajah, hehe. Bus ke Ngong Ping namanya New Lantao Bus no.23 dengan biaya hanya HKD 27 di hari Minggu. Kalau hari biasa lebih murah lagi. Perjalanan kurang lebih sejam sambil menikmati pemandangan alam dari balik jendela. 

Masuk Ngong Ping gratis tiss tiss dan disini saya berfoto di depan gerbang, lanjut ke worship place meskipun ga ke Po Lin Monastery karena waktu yang saya alokasikan disini ga banyak, lalu cuss naik tangga ke Tian Tan Buddha, patung besar Buddha yang amazing. Setelah itu jalan kaki ke Wisdom Path yang lumayan jauh melewati jalan setapak dengan pohon-pohon di kanan kiri. Tak lupa mampir ke Ngong Ping Village yang unik juga. Di area Ngong Ping kira-kira 2-3 jam lalu balik ke terminal Tung Chung dengan New Lantao Bus no.23 lagi.

Dari Tung Chung Station saya naik MRT ke Tsim Sha Tsui Station (transit di stasiun Lai King, ambil jalur Tsuen Wan turun di Tsim Sha Tsui). Russian Hostel tempat saya dan teman saya menginap ada di apartemen Chungking Mansions. Apartemen ini berisi beberapa hostel dengan harga terjangkau. Dilantai 1 banyak orang India penjual makanan, sim card dan pernak pernik hape. Setelah check in buat naruh tas dan ganti baju, saya lanjut ke destinasi berikutnya, yaitu The Peak di Hong Kong Island.

Untuk menuju The Peak, saya naik MRT dari stasiun Tsim Sha Tsui ke stasiun Central (kalau mau lebih dekat lagi ke booth The Peak bisa via stasiun Admiralty) lalu jalan mengikuti petunjuk jalan dengan tulisan The Peak Tram. Sampai didepan booth buat beli Peak Tram Sky Pass, saya ngantri sekitar 1 jam. Paket yang saya beli adalah paket The Peak Tram + Sky Terrace 428 seharga HKD 88 (return ticket). Jangankan antri panjang untuk beli tiket, untuk naik tram nya juga antriannya ga kalah panjang. Akhirnya dapat juga giliran naik tram, jalannya naik banget, cukup bikin deg-degan. Sampai di The Peak, lanjut naik ke Sky Terrace 428, tempat tertinggi untuk melihat view Hong Kong. Wow, pemandangan Hong Kong dimalam hari sungguh keceee... biarpun crowded banget tapi tetep bisa cari-cari celah buat selfie, hehe. Di sini juga ada museum lilin Madame Tussauds, dan walaupun saya ga beli tiket masuk tapi saya masih bisa poto-poto didepan museumnya.

Balik ke bawah dengan naik The Peak Tram lagi, kali ini arahnya menukik banget, deg-degan lagi. Untungnya baik berangkat maupun pulangnya selalu dapat tempat duduk, soalnya kalau berdiri bentuknya kek spiderman, pegangan disana-sini secara derajat kemiringan tramnya ituh cukup ekstrim. Lanjut jalan kaki ke stasiun Central sambil enjoy jalan-jalan malam hari di Hong Kong. Dari stasiun ini menuju ke Tsim Sha Tsui. Kebetulan temen saya pengen banget ke Charlie Brown Cafe, jadi kami cari lokasinya yang kebetulan ga terlalu jauh dari hostel kami. Cafenya keren, unyu banget dengan patung-patung tokoh Peanuts. Tapi harga makanannya cukup mehong buat saya. Saya cuma beli soup nya aja seharga HKD 25. Berhubung masih laper, mampir ke McDonalds dan beli paket Double Cheeseburger + Medium French Fries + Coca Cola seharga HKD 23 aja, murmer dan dagingnya tebel dengan jumlah kentang yang lebih banyak (padahal ya paket Double Cheeseburger nya sama kayak di Indonesia, tapi di Hong Kong lebih banyak banget kentangnya. Bangeet). Menjelang jam 9 malam, kami balik ke hostel dan tepar.


tian tan buddha

wisdom path

the peak trem

sky terrace

sky terrace hong kong

madame tussauds hong kong

the peak tram

charlie brown cafe


Day 2 (5 Desember 2016) - The Clock Tower, Macau, Ladies Market

Hari kedua ini saya khususkan untuk Macau. Btw, saya dan temen saya sempet salah arah ke terminal feri. Seharusnya kami ke China Ferry Terminal tapi malah ke Star Ferry dimana terdapat The Clock Tower. Ya sutralah, mumpung kesasar sampai sini, sekalian aja poto-poto di depan The Clock Tower. Ah ya, kalau malam, di area Star Ferry ini semarak dengan pertunjukan lampu-lampu. Sayangnya karena kurang waktu, kami ga ngulangin ke lokasi ini dimalam hari. 

Balik arah menuju ke China Ferry Terminal, sampai disana beli tiket ekonomi Turbojet seharga HKD 164. Perjalanan dilaut dengan kapal feri ini sekitar 1 jam dan turun di Macau Ferry Terminal. Trip di Macau dibahas di postingan tersendiri berjudul Wisata Sehari di Macau.

Kami balik dari Macau dengan kapal Turbojet jam 5 sore. Tiket ekonomi Macau - Hong Kong seharga HKD 153 dan sampai di Hong Kong jam 6 sore. Lanjut jalan kaki ke stasiun Tsim Sha Tsui naik MRT jalur Tsuen Wan turun di stasiun Mong Kok. Keluar via Exit A, tujuan kami adalah Ladies Market, area yang ngehits untuk beli suvenir murah. Oya, disini kabarnya banyak copet, so musti hati-hati ya gaess. Puas jalan-jalan di Ladies Market dan mencicipi street food, kami pulang dengan naik MRT stasiun Mong Kok jalur Central menuju stasiun Tsim Sha Tsui.

the clock tower hong kong


Day 3 (6 Desember 2016) - Garden of Stars, Hong Kong Disneyland

Hari ini adalah hari terakhir untuk puas-puasin ngetrip di Hong Kong. Pagi-pagi kami ke Garden of Stars yang deket banget lokasinya sama hostel. Disini terdapat beberapa patung-patung pesohor Hong Kong. Selain itu juga terdapat banyak tapak tangan artis-artis Hong Kong, seperti Jackie Chan, Andy Lau, Tony Leung, Chow Yun Fat, de el el. Pemandangan laut dan gedung-gedung juga keren diliat dari Garden of Stars ini. Di sepanjang jalan dibawah sebenarnya ada Avenue of Stars, hanya aja saat ini sedang direnovasi. 

Disini kira-kira 1,5 jam aja, lalu lanjut sarapan dan siap-siap check out dari hostel untuk lanjut ke Hong Kong Disneyland. Bahasan Disneyland (termasuk cara menuju Disneyland dengan MRT dan cara mudah ke bandara dari Disneyland) ada di postingan blog tersendiri berjudul Liburan ke Hongkong Disneyland.

garden of stars hong kong

garden of stars

garden of stars

garden of stars


Thanks God, acara ngetrip ke Hong Kong dan Macau berjalan lancar jayaa... cuaca asik banget, cerah menyenangkan, di Macau malah panas, hohoho.. ^^ 

Semoga taun depan ngetripnya bisa lebih jauh lagi. Amiin ^^.

Comments

Featured Travel Note

A Trip to Hong Kong Disneyland, A Dream That Comes True

Catatan Mancanegara