Trip to Tana Toraja, Part 2: Kambira Baby Grave, Pohon Yang Menjadi Kuburan Bayi

Subscribe to Travelingika.com:
Selain wisata rumah adat Tongkonan, Tana Toraja juga terkenal dengan wisata kuburan nya. Nah sebelumnya saya dan teman saya sudah ke desa wisata Kete Kesu dan Gantiri. Kedua tempat ini dikenal karena rumah adat Tongkonannya tentu saja. Tapi di Kete Kesu juga terdapat kuburan gantung, dimana kuburan terbuat dari batu dan banyak tengkorak serta tulang belulang manusia betebaran. Selanjutnya, perjalanan kami berlanjut ke sebuah kuburan lagi. Kambira Baby Grave namanya. 

Kambira Baby Grave terletak di Desa Kambira, sebelah tenggara Rantepao, atau kira-kira 9 kilometer dari kota Makale (Makale adalah ibukota Tana Toraja). Masuk ke Kambira cukup bayar 10 ribu aja dan kita harus menuruni jalan setapak untuk lokasi kuburan yang unik ini. Kambira Baby Grave adalah kuburan bayi dimana yang menjadi kuburannya adalah pohon! Iya pohon, kuburan pohon untuk bayi ini dinamakan Passiliran dan hanya bayi yang belum tumbuh giginya yang bisa dikuburkan didalam lubang-lubang di pohon Tarra ini. Getah pohon yang berwarna putih adalah simbolisasi dari air susu ibu. Pohon Tarra memiliki diameter besar, yaitu sekitar 100-300 cm, cukup besar untuk dijadikan kuburan bayi. Sebelum menguburkan bayi di pohon Tarra, tentu saja dibuatkan lubang terlebih dahulu, lalu setelah bayi dimasukkan, lubang tersebut ditutup dengan ijuk pohon enau. Fyi, ga semua orang Toraja melakukan hal ini ya, hanya penganut Aluk Tadolo atau kepercayaan kepada leluhur saja yang melakukan ritual ini ketika ada bayi yang meninggal. 

Di pintu masuk Kambira Baby Grave

Ini dia pohon Tarra, pohon kuburan bayi di Kambira
Yuk ikuti terus catatan perjalanan saya di Tana Toraja ini ya gaess. Next kita akan menuju ke Tampangallo, sebuah gua yang dijadikan kuburan terbuka. Gyaah kuburan lagi,, hahahaha.. :D


Beri nilai tempat wisata ini, Kak :
{[["☆","★"]]}

Yuk komen, Kak! :D
EmoticonEmoticon