Hari ini saya mengikuti kelas yang super unik yaitu: Composting Class 🍂🍃. Kompos adalah pupuk alami yang terbuat dari bahan-bahan hijauan dan bahan organik lain yang sengaja ditambahkan untuk mempercepat proses pembusukan, misalnya kotoran ternak atau bila dipandang perlu, bisa ditambahkan pupuk buatan pabrik, seperti urea. Tapi di workshop ini tidak akan ada tambahan pupuk urea yaa, semua murni 1000% bahan organik 🌾😏.
 |
| Membuat kompos sungguh seru dan menyenangkan 😻 |
 |
| Kelas pembuatan kompos organik di Kebun Qita 😎🌿 |
 |
| Sekilas beberapa tanaman di Kebun Qita 🌿 |
Kelas membuat kompos organik ini diadakan pada tanggal 6 Juni 2026, dari jam 8 pagi sampai jam 11 siang, dengan biaya 50K saja. Mentornya ada 2 yaitu sepasang suami istri bernama Bapak Itsnani Mardlotillah (akrab dipanggil dengan nama Pak Sany) dan istrinya. Couple ini ternyata sering mengikuti kegiatan volunteering di luar negeri dan belajar tentang dunia pengomposan di aneka negara yang mereka datangi. Wah keren sekali yaaa 👏, mantap banget mentor kita hari ini sangat berkualitas 👍. Mereka memiliki Yayasan Bhumi Horta (@bhumihorta) dan komunitas bernama Teman Berkebun (@temanberkebun). Kegiatannya sendiri bertempat di Kebun Qita (@kebunqita.id). Kebun Qita adalah sustainable garden di Semarang dengan sistem permaculture. Alamatnya ada di Jl. Kyai Saleh No.13 Semarang. Ada 1 mentor lagi, namanya Mbak Lexy (@lexy_et22). Mbak ini jago dalam hal tea blending dan tea tasting, bahkan sudah mengadakan aneka workshop juga. Next kalo Mbak Lexy ngadain workshop teh lagi, saya mau ikut aah 😁.
 |
| Pak Sany, booklet, dan kopi latte 👌 |
 |
| Bioaktivator yang digunakan Pak Sany |
Oke gaess, berikut adalah catatan belajar membuat kompos di Kebun Qita. Sebelum praktek, ada sesi perkenalan dulu. Dilanjutkan dengan teori mengenai dunia composting by Pak Sany. Kami diberi booklet yang berisikan informasi lengkap mengenai cara membuat kompos yang baik dan benar. Nanti isi booklet nya saya share di bagian akhir catatan ini ya 😀. Kami juga mendapatkan free kopi latte dari Kopi Djuara (@kopidjuara). Nyesss, fresh banget dikonsumsi di pagi hari ini 😋.
 |
| Sesi teori dan tanya jawab sambil menikmati kopi latte 😊 |
 |
| Pokoke nanya aja terus, mumpung ketemu ahlinya 😁 |
 |
| Demo cara memotong buah dan sayur by Pak Sany |
 |
| Campur dengan sekam bakar |
 |
| Tuangkan 4-5 tutup botol cairan bioaktivator ke dalam air |
Setelah sesi teori, kami langsung cuss dipersiapkan untuk sesi praktek langsung membuat kompos 💪. Ada beberapa mahasiswa magang dari Undip yang siap sedia membantu di kelas composting hari ini 👌. Sampah yang digunakan adalah sisa sayur dan buah. Ini bahan yang the best sih menurut Pak Sany. Kalau ada daging, atau tulang ayam, dan ikan sebaiknya dipisahkan dulu, jangan dijadikan satu dengan kompos yang terbuat dari buah dan sayur 🍅🌿. Dikarenakan bahan-bahan hewani tersebut bisa menimbulkan belatung. Padahal kalau kompos yang oke sebenarnya malah gak bakalan keluar belatungnya.
 |
| Campur dengan biang |
 |
| Campur dengan ampas kopi |
 |
| Oke juga pengambilan foto dari angle ini 😏 |
 |
| Beberapa komposter aerob sudah dipersiapkan |
 |
| Kompos yang sudah dibuat 1 bulan sebelumnya. Warna sudah hitam = ready 👆 |
 |
| Masukkan adonan kompos dengan cara layering. Paling atas adalah dedaunan / sekam bakar |
Pak Sany mendemonstrasikan terlebih dulu langkah-langkah pembuatan kompos. Setelah itu kami memakai sarung tangan dan praktek composting. Dimulai dengan memotong sisa-sisa sayur dan buah 🍊🌾. Dipotongnya kalau bisa kecil-kecil ya gaess, yah sekitar 2-5 cm gitu deh. Selanjutnya Pak Sany menaburkan sekam bakar diatas adonan kompos lalu kami mengaduk rata. Sekam bakar ini termasuk komponen karbon. Tujuan pemberian sekam ini ada kaitannya dengan rasio C (karbon) dan N (zat lemas). Kompos bernilai baik jika nilai rasio C/N nya mendekati 30. Penjelasan lebih lanjut mengenai rasio ini nanti bisa dibaca di bagian akhir ya. Saya sudah memotret full isi booklet sehingga kalau ingin membaca detail nya, bisa langsung saja dibaca disitu. Selain sekam bakar, bisa juga menggunakan dedaunan kering atau jerami. Aduk-aduk sampai rata 💪.
 |
| Pake sarung tangan yaa biar tangannya ga kotor 😁👐 |
 |
| Siap praktek membuat kompos! 😁 |
Pak Sany lalu menyiapkan aktivator kompos. Kalau menurut penjelasan di booklet, caranya dengan mencampur EM4 / aktivator sebanyak 10 ml ke dalam 1 liter air. Tapi dengan memakai bioaktivator buatannya sendiri, Pak Sany menambahkan sebanyak 4-5 tutup botol ke dalam air. EM4 (Effective Microorganisms 4) adalah larutan yang berisi kultur campuran mikroorganisme baik (bakteri fermentasi dan sintetik). Cairan ini berfungsi sebagai bioaktivator untuk menyuburkan tanah, mempercepat penguraian/kompos, hingga menjaga kesehatan hewan ternak dan perikanan. Kalau menurut booklet sih harusnya juga ditambah 3 sdm gula, tapi hari ini step ini di skip sama Pak Sany. Jadi tinggal menambahkan bioaktivator ke dalam air saja, ga perlu nambah apa-apa lagi. Air bercampur aktivator ini didiamkan dulu sebentar selama beberapa menit 👀.
 |
| Memotong sisa-sisa sayur dan buah 🍅🍋🍂🌿 |
Kembali ke proses pencampur-adukan adonan kompos, Pak Sany menambahkan "biang" yang terbuat dari pup kambing. Kemudian lanjut menambahkan ampas kopi. Aduk-aduk lagi sampai rata. Eh gaes, percaya ga percaya, adonan kompos ini udah ga ada baunya loh. Tau gak kenapa? Ternyata wangi ampas kopi memang seharum dan semantap itu untuk menyembunyikan bau adonan kompos yang sudah bercampur dengan biang. Saya sudah membuktikannya. Saya cium adonan kompos ituh.. dan bener-bener kagak ada itu bau busuk baik bau poop maupun bau sisa sayur dan buah. Yang ada hanya bau kopi, mantep yess 😎.
 |
| Campur dengan sekam, biang, dan ampas kopi 😏 |
 |
| Ampas kopi bikin bau kompos jadi wangi! 😄 |
Komposter aerob yang sudah dipersiapkan pun dibuka satu per satu. Kami mulai memasukkan adonan kompos ke dalam komposter aerob 😏. Di dalam komposter aerob ternyata sudah ada kompos yang dibuat sebelumnya yang usianya kira-kira 1 bulan. Jadi starter kompos racikan kami ini di layer atau ditaruh lapis demi lapis bergantian dengan kompos yang sudah jadi tersebut. Setiap selesai meletakkan layer adonan / starter kompos, Pak Sany langsung menuang sedikit air aktivator keatasnya. Jadi gitu ya gaess, tiap penambahan sampah organik baru, langsung disemprot atau diberi air aktivator. Di layer yang paling atas, kami menambahkan dedaunan kering dan sekam bakar (unsur C). Tak lupa diakhiri dengan menuangkan air aktivator keatasnya.
 |
| Layering di komposter aerob, paling atas unsur C yaa |
 |
| Tuang cairan bioaktivator, tutup rapat, taruh komposter di tempat yang teduh 👌 |
Next, kami menutup komposter aerob dan meletakkannya di tempat yang teduh dan sejuk. Pastikan tutupnya benar-benar rapat yaa. Proses composting ini memakan waktu kurang lebih 3-4 minggu (+21 hari). Dari proses ini nantinya akan diperoleh 2 produk yang bermanfaat, yaitu pupuk organik cair susulan (POCS) dan pupuk padat (kompos). Pupuk cair nantinya dikeluarkan melalui keran di bagian bawah komposter dan dapat langsung dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman dengan menyiramkannya pada tanah sekitar tanaman. Sedangkan pupuk padat (kompos) yang diperoleh perlu dikering-anginkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Darimana kita bisa tau kompos sudah ready dan siap digunakan? Nanti warnanya berubah jadi kecoklatan atau hitam, gaess. Jadi tenang saja, mendeteksi ready or not nya ternyata pretty easy 😉.
 |
| I had so much fun today in composting class! Thank you! 🙏💚 |
Semakin siang, cuaca pun semakin panas. Ada bagusnya juga workshop diadakan dari pagi jam 8, bisa buat menghindari panasnya Semarang yang semakin menggila, hehehe. It's a wrap 👏! Composting class selesai sudah dan kami cuss bersih-bersih sekaligus cuci tangan 😏💦.
 |
| Yay, dapat free seedling soil 💚 |
 |
| Pak Sany, istrinya, dan Mbak Lexy |
 |
| Ngadem dulu kita 😉 |
Kami diajak Pak Sany untuk ngadem dulu di studio yoga yang ada di Kebun Qita 💨. Ternyata selain belajar gardening, di Kebun Qita juga bisa yoga dan segenap aktivitas asyik dan keren lainnya 😊. Pak dan Bu Sany ternyata juga sudah lama mengorganisir aneka kegiatan volunteering yang pesertanya dari luar dan dalam negeri. Sungguh mantap dan keren sekali. Kami ngobrol dan saling berbagi ilmu dan pengalaman. Pak Sany menceritakan banyak pengalamannya sebagai volunteer di banyak negara. Bu Sany banyak bercerita tentang keunikan para peserta volunteer. Pokoknya hari ini saya senang dan puas banget bisa menambah kenalan serta ilmu dan aneka info bermanfaat ✌. Kami juga menikmati minuman jamu yang enak dan menyehatkan 👍. Sebelum pulang, kami mendapat gift berupa seedling soil. Seedling soil atau juga disebut seed starting soil mix adalah media tanam khusus yang diformulasikan untuk persemaian benih (menumbuhkan biji hingga menjadi bibit sebelum dipindahkan ke lahan). Komposisinya terdiri dari kompos, sekam bakar, cocopeat (serbuk sabut kelapa), dan kascing (bekas cacing / vermikompos). Joss gandoss, tengkyu banget Pak Sany dan Bu Sany! 🙏
 |
| Maksi di HokBen skuy! 💛 |
 |
| Menggoda selera 😋 |
 |
| Bayar dulu yess |
 |
| Siap menikmati sajian lezat di HokBen 😍 |
 |
| Foto dulu ga sii 😄 |
 |
| Lezat dan nikmat, saya bahagiaa 😋💗 |
Selanjutnya sekitar jam 11.30, saya ke Paragon Mall naik GrabBike. Kok tetiba pengen banget makan siang di HokBen alias Hoka-hoka Bento. Saya memesan Premium Set Beef Yakiniku plus Fried Seafood (Ebi Furai, Ekkado, Shrimp Roll), sudah termasuk Nasi, Ocha, dan Clear Soup 🍚🍱. Total dengan tax adalah sebesar 69K. Oke deh, masih wajar, apalagi ada beef yakiniku yang super enak 😋. Fried seafood nya gurih, crunchy, dan gede-gede 🍤😍. Ocha nya segar, nasi pulen, dan clear soup nya seger bikin abis makan gak seret, hehe. Overall, I was satisfied for having lunch at HokBen Paragon Mall 👌. Last but not least, as promised, ini dia booklet berisikan panduan pembuatan kompos organik by Pak Sany. Monggo dipelajari yess 😊.
 |
| Cover |
 |
| Pendahuluan dan Pengomposan Sampah |
 |
| Bahan Baku, Tempat, dan Penggunaan EM4 dalam Pengomposan |
 |
| Cara Membuat Komposter Aerob |
 |
| Cara Pemakaian Komposter Aerob, Permasalahan, dan Cara Mengatasinya |
 |
| It's a wrap! 😀 |
Location Map:
Baca Juga