Yuhuu, hari ini ke Salatiga lagi yuk 😁. Lagi suka banget nih explore tempat-tempat yang belum pernah saya explore di Salatiga. Kali ini saya cuss menuju ke Museum Salatiga dan Prasasti Plumpungan yang berada di satu lokasi. Penasaran banget seperti apa sih penampakannya dan benda-benda bersejarah apa saja yang terdapat didalamnya 😏.
Lokasinya ada di Dukuh Plumpungan, Kelurahan Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Sampai disana, saya kecewa karena ternyata di hari Jumat museum nya hanya buka sampai jam 10.30. Kebetulan saya sampai sana jam 11 siang. Yah, I was so disappointed 😕. Mungkin next time saya akan coba kemari lagi di hari selain Jumat. Senin-Kamis buka dari jam 8 pagi sampai 3 siang. Sebetulnya nyebelin juga yak, kenapa di hari Jumat bukanya hanya 2,5 jam, dari jam 8 sampai 10.30 😅. Tapi ya sudahlah, no problemo, tidak apa-apa. Saya masih bisa melihat Prasasti Plumpungan di lokasi ini.
Kalau saya lihat-lihat di Google, dulu prasasti ini tidak dibangunkan rumah berkaca seperti ini disekelilingnya. Dulu cuma dipagari lantai marmer aja, jadi kalau foto-foto masih bisa keliatan jelas tulisan di prasastinya. Tapi dengan dibangunnya tempat berkaca seperti ini, jadi lebih aman sih 😊. Ga bakalan ada yang ngisengin atau corat-coret prasasti nya. Takutnya kalo ada tindakan vandalisme terus malah ngerusak prasasti ini.
Prasasti Plumpungan itu apa sih? Prasasti Plumpungan atau Prasasti Hampran adalah cagar budaya dan objek kepurbakalaan berupa batu tertulis yang berada di Dukuh, Plumpungan, Salatiga. Prasasti ini tertulis dalam batu besar berjenis andesit berukuran panjang 170 cm dan lebar 160 cm dengan garis lingkar 5 meter. Prasasti berangka tahun 750 Masehi (672 Syaka) ini dipercaya sebagai asal mula Kota Salatiga. Jadi ternyata prasasti ini amat sangat penting dan menjadi tonggak sejarah berdirinya Kota Salatiga 👌.
Isi prasasti nya ditulis dalam bahasa Sanskerta menggunakan aksara Kawi. Prasasti Plumpungan berisi ketetapan hukum mengenai status sebidang tanah perdikan atau swantantra bagi Desa Hampra. Menjadi titik tolak berdirinya Hampra yang kini masuk wilayah administrasi Kota Salatiga. Daerah Hampra yang diberi status daerah perdikan yang bebas pajak pada jaman pembuatan prasasti itu adalah daerah Salatiga sekarang ini 👀.
Di lokasi Prasasti Plumpungan ini selain terdapat Museum Salatiga (@museum_salatiga), juga terdapat beberapa arca, gazebo, dan taman kecil yang cantik. Lokasinya tidak luas, bahkan bisa dibilang kecil. Kecil namun memiliki makna sejarah yang luar biasa 😊.
Saya hanya sebentar saja berada disini, sekitar 30 menit. Lalu saya pesan GrabBike karena ingin mencoba kuliner khas Mexico di Hola! Cafe 🌯. Eh tak dinyana-nyana, driver GrabBike nya ternyata adalah salah satu mahasiswa di kampus Stiba Satya Wacana dulu. Namanya Prabaswara Adi Nugraha. Ini saya nulis berdasar namanya di app Grab yak, hehe. Dia ini kakak angkatan sih. Beda setaun masuknya. Dia dulu ambil S1, sedangkan saya hanya kuliah D3 di Stiba Satya Wacana. Maklum, waktu itu saya hanya ingin cepat bekerja dan tidak mau kuliah lama-lama 😅. Eh malah sekarang saya ketagihan kuliah dan pingin tau sampai ajal menjemput nanti ada berapa gelar sarjana/master/doktoral yang bisa saya dapatkan 😆. Hehehe, suatu hobi yang agak laen memang. But here I am with one of my weird nerdy hobbies 😁.
Singkat cerita, sampailah saya di Hola! Cafe (@holacafe.id). Alamatnya di Jl. Domas No.45, Kecamatan Sidorejo, Salatiga. Cafe berkonsep Mexico ini buka dari jam 9 pagi sampai jam 12 malam. Penampakan cafe nya dari luar terlihat biasa saja, tapi dalamnya cukup kece, terkonsep ala Mexico gitu. Entrance keren juga, ala saloon gitu. Tetiba teringat bar koboi di film-film Western Amerika Serikat gitu 😄. Ada 2 seating dimari, yaitu indoor dan outdoor. Saran saya sih, kalau masih siang dan tidak terlalu panas mending di outdoor sih. Soalnya di set gemes banget, ada gambar-gambar ala Mexico dan aneka bendera gitu, so colorful. Tempatnya juga nyaman, ga ada nyamuk, padahal keliatan banget itu belakangnya ada kebon loh. Beda banget dengan di area Prasasti Plumpungan tadi yang banyak banget nyamuknya 😆🦟.
Oke balik ke menu di Hola! Cafe. Menu makanan dan minumannya dalam bahasa Spanyol gitu, nama-namanya mostly belum familiar bagi saya. Ketika order pun, saya sampe nanya-nanya mulu sama mas dan mbak nya. "Ini apa mbak?" "Ini minumannya isinya apa aja mbak?" "Ini pedes gak mas?" "Ini menunya isinya apa aja mas?" "Bedanya ini sama ini apa mbak?" Dan segenap pertanyaan detail lainnya 😆. Malu bertanya sesat di jalan, itulah prinsip saya setiap kali datang ke tempat baru, hehehe 😂.
Saya memesan Burrito Beef Salsa Mozzarella 🌯, Elote 🌽, dan Azteca Gold Mocktail 🍹. Total saya bayar sebesar 75,9K sudah termasuk tax. Minumannya disajikan sangat cepat. Azteca Gold ini merupakan perpaduan espresso, lemon, dan minuman soda. Rasa kopinya tajam dengan ditemani asem nya lemon dan burst dari soda nya. Saya suka 😍.
Saya menunggu lumayan lama sampai makanannya disajikan. 15 menit ada mungkin. Saya pun memanfaatkan waktu menunggu itu untuk foto-foto sepuasnya 📸. Ketika makanan khas Mexico itu datang, saya takjub juga melihat ukuran burrito nya yang ternyata cukup besar 😄.
Isian nasinya banyak, dilengkapi dengan beef, sambal, dan mozzarella sebagai topping nya. Jujurly, mozzarella nya ga terlalu berasa sih. Malah terlalu encer untuk bisa disebut mozzarella 😅. Burrito nya enak sangadh dan beef nya banyak 😋. Adanya pelengkap berupa sayur dan tomat membuat burrito ini terasa segar. Salsa nya spicy dan gurih. Burrito ini adalah makanan khas Mexico yang terdiri dari lembaran tortilla tepung yang diisi dengan berbagai macam bahan padat lalu digulung rapat. Makanan ini terbukti sangat mengenyangkan sih. Lalu bedanya apa dengan kebab? Isian kebab lebih sederhana yaitu irisan daging dan sayuran. Sedangkan isian burrito jauh lebih bervariasi karena sering dicampur dengan nasi dan kacang 🌯.
Burrito sudah habis, selanjutnya saya menikmati Elote. Apa itu Elote? Elote adalah jajanan street food asal Mexico berupa jagung bakar atau rebus 🌽, lalu disajikan dengan olesan dan taburan bumbu gurih, manis, pedas, dan sedikit asam. Elote sendiri dalam bahasa Spanyol artinya jagung. Uniknya, taburan keju nya bertekstur rapuh dan hancur, tapi nagih banget gurihnya 😋. Overall, saya suka semua menu yang saya nikmati hari ini. A new experience unlocked: kulineran khas Mexico! 😎
Next time kita kulineran khas negara mana lagi ya? 😼
Location Map:


Currently feeling 









🔴 "Creativity is intelligence having fun." - Albert Einstein

🟣 "The longer I live, the more beautiful life becomes." - Frank Lloyd Wright
🟤 "Somewhere, something incredible is waiting to be known." - Carl Sagan