Trip to Banyuwangi, Part 1: Mangrove Blok Bedul dan Angkernya Taman Nasional Alas Purwo

Subscribe to Travelingika.com:
Senang sekali rasanya di bulan Juni ini saya puas ngetrip. Setelah di awal bulan ngetrip ke Bangkok dan Pattaya di Thailand, kali ini di akhir bulan saya ngetrip ke Banyuwangi, sebuah kota yang berada di ujung propinsi Jawa Timur. Menjelajahi beberapa destinasi wisata di kota ini sungguh merupakan pengalaman yang amat sangat memuaskan, walaupun tentunya masih banyak tempat wisata yang belum sempat saya kunjungi karena terbatasnya waktu mbolang di Banyuwangi ini. Okee di postingan Part 1 ini saya akan membahas tentang trip saya di Mangrove Blok Bedul, Pantai Grajagan, dan Pantai Marengan yang berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo.

Kok bisa sampe ke Banyuwangi? Well, atas ajakan seorang kawan lama yang mau mudik ke rumah mertuanya di Banyuwangi membuat saya tak pikir panjang untuk berkata "Oh yes!!" hehehe. Meeting point kami di Salatiga karena teman saya berdomisi di kota sejuk itu. Berangkat dari Salatiga menuju Kerten, Solo dan lanjut naik angkot ke Stasiun Purwosari untuk naik kereta Sri Tanjung yang berangkat jam 8 pagi. Tiketnya menurut saya murah juga cuma 100 ribu dari Solo sampai Banyuwangi, tapi ya itu.. 12 jam! #hiks. Kami tiba di Stasiun Kalisetail sekitar jam 8 malam, dan kami dijemput mertua teman saya. Malam itu rasanya lega ketemu kasur, badan udah pegel linu 12 jam di kereta, hahaha.

Nah petualangan kami dimulai keesokan paginya, tanggal 24 Juni 2015. Dengan mobil (baca: milik mertua temen saya) kami menuju ke Mangrove Blok Bedul di Taman Nasional Alas Purwo. National park ini letaknya ada di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Kawasan hutan ini menyimpan kekayaan flora dan fauna, dan juga kekayaan misteri karena kabarnya kawasan ini angker, hiii. Ah tapi tak mengapa, niatnya kemari kan mau wisata bukan mau macem-macem, so cuss deh. Tiket masuk per orang 10 ribu dan kami bisa naik boat dari dermaga Pantai Bedul untuk menuju ke Alas Purwo dengan tarif 5000 rupiah. Nah di kawasan perairan nan luas ini terdapat cukup banyak spot-spot wisata yang bisa dijelajahi. Supaya puas menjelajahinya, akhirnya kami memutuskan untuk menyewa boat tersebut dengan tarif 250 ribu. Untunglah kami berlima jadi bisa patungan. Itulah enaknya ngetrip bareng, bisa share cost. Kalau traveling sendirian biayanya waduh hahaha. Kami diantar ke Pantai Grajagan dengan perjalanan boat hampir 1 jam, melintasi daerah mangrove hijau segar di kanan kirinya.

Sesampainya di Pantai Grajagan, kami menikmati view laut dengan ombak yang tidak besar ini selama kira-kira setengah jam aja. Karakter pantainya tidak terlalu istimewa, dengan pasir yang berwarna abu. Kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan boat ke dermaga di kawasan hutan Alas Purwo. Disini kami menemukan papan-papan penunjuk arah dan papan peta beberapa tempat wisata di Taman Nasional Alas Purwo. Tapi karena keterbatasan waktu, kami hanya mengunjungi beberapa saja yaitu Mangrove Blok Bedul, Pantai Grajagan, dan Pantai Marengan. Untuk menuju ke Pantai Marengan dari penunjuk arah ini jaraknya tidak jauh sekitar 800 meter. Jalan kaki melewati area hutan dengan kera-kera "sopan" yang tampak muncul disana sini. Ah kera-kera ini tiba-tiba mengingatkan saya pada Goa Kreo di Semarang dimana banyak terdapat kera yang juga jinak disitu. Anyway, sebenarnya kenapa sih kok banyak yang bilang area taman nasional ini angker? Kata temen saya, dulu area ini sering buat semedi atau cari wangsit karena mereka percaya ada banyak makhluk halus yang bertebaran disini. Tapi tak hanya itu, area ini juga dulunya sering buat tempat bersembunyi para perampok dan penjahat. Mereka tak segan merampok dan membunuh orang-orang yang datang ke area ini. Itulah kenapa Taman Nasional Alas Purwo dibilang angker. Tapi itu dulu gaesss, sekarang yah udah ga kayak gitu lah, tenang aja.. Sekarang area ini malah menjadi salah satu tempat wisata populer di Banyuwangi.

Sekilas penampakan mangrove di Mangrove Blok Bedul

Wefie ceria diatas boat

Pantai Grajagan

Pantai Marengan
Sesampainya di Pantai Marengan, kami disambut view lautan yang luas. Angin berderap kencang di pantai yang karakter pasirnya juga berwarna abu gelap ini. Anyway, karena waktu sudah menunjukkan sore hari, kami tidak menghabiskan waktu lama disini. Balik ke kapal kami di dermaga tadi dengan kembali melewati jalan setapak di hutan Alas Purwo. Balik ke dermaga Pantai Bedul kira-kira 1 jam membuat saya nyaris ketiduran di kapal karena keenakan dengan hawa sejuk yang menerpa saya. Pemandangan di perairan dengan view mangrove ini memang keren. Kalau kamu ke Banyuwangi, jangan lewatkan wisata di Taman Nasional Alas Purwo ini yaaa. Next, ikuti catatan saya selanjutnya, trip ke Pantai Mustika Pancer dan Pantai Pulau Merah.


Beri nilai tempat wisata ini, Kak :
{[["☆","★"]]}

Yuk komen, Kak! :D
EmoticonEmoticon