Trip to Tana Toraja, Part 7: Londa, Kuburan Batu Populer dan Suvenir Murah di Toraja

Subscribe to Travelingika.com:

Sampailah saya di destinasi terakhir trip di Tana Toraja, yaitu... Londa! Dan lagi-lagi... kuburan gaesss,, gyahahaha.. memang serasa tiada abisnya wisata kuburan di Tana Toraja. Seru abis untuk kamu yang suka wisata ekstrim (dan yang ga takut liat tengkorak tentunya). Nah Londa ini adalah gua alam yang dijadikan kuburan. Londa terletak di Desa Sendan Uai, Kecamatan Sanggalangi, kira-kira 6 kilometer dari pusat kota Rantepao, Toraja Utara.

Didepan gua Londa, sebelum memasuki gua

Tau-tau di bagian depan gua Londa
Ngomong-ngomong soal gua alam yang dijadikan sebagai kuburan, agak sama seperti Tampangallo yaa.. tapi gua Londa ini sangat gelap, beda dengan Tampangallo yang terang. Dan untuk masuk kita musti pake senter atau penerangan apapun soalnya didalam bener-bener gelap. Nah setelah bayar tiket 10 ribu rupiah, nanti kita ditawari jasa pemandu (udah plus lampu petromaks) sebesar 30 ribu rupiah. Saran saya, ambil saja karena toh kita dapat jasa guide dan lampu, dan lebih afdol kalau ada yang mandu cerita-cerita seputar tengkorak dan tulang belulang di dalam gua. Kan biar makin berasa horornya gitu loh, hehehe...  

Erong-erong ini usianya udah ratusan tahun

Banyak tulang belulang di dalam gua Londa
Erong (peti mati khas Toraja), tengkorak dan tulang belulang di dalam gua Londa ini banyak yang sudah berusia ratusan tahun, meskipun ada juga beberapa peti yang masih baru. Awalnya kami mengira kalau udara didalam bakalan pengap dan horor abis dengan bau-bau mayat. Tapi nyatanya tidak loh, sodara-sodara... :D. Udara didalam sejuk dan ga ada bau apa-apa. Nah dari beberapa kisah tulang belulang ituh.. saya paling merasa terharu sama kisah Romeo Juliet versi Toraja. Jadi nanti kalau ke kuburan Londa, kamu pasti bakalan di guide juga ke spot dimana ada tulang belulang milik sepasang kekasih. Mereka ini kabarnya dilarang berhubungan lebih lanjut dan akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Nah di gua ini, tulang mereka pun akhirnya bisa selalu bersama selamanya #Romantis #Tragis.

Tulang belulang "Romeo dan Juliet" nya Toraja
Seperti di Tampangallo, Suaya, dan Batu Lemo, di Londa juga terdapat banyak tau-tau, patung kayu yang merupakan representasi dari mereka yang sudah meninggal. Nah seperti yang saya tulis di postingan Batu Lemo, tidak semua orang Toraja bisa dibuatkan tau-tau ya.. Hanya mereka yang berasal dari strata sosial tinggi saja dan itupun mereka masih harus memenuhi syarat-syarat tertentu sebelum diputuskan untuk dapat dibuatkan tau-tau.

Ketika kita keluar dari gua Londa, kita bisa memberi tips (uang seikhlasnya) untuk pemandu yang tadi menemani kita. Ketika keluar dari gua inilah saya teringat bahwa saya belum membeli suvenir. Saya mengingatkan temen saya dan kami buru-buru ke toko suvenir yang banyak terdapat di lokasi wisata Londa ini. Buru-buru dikejar waktu karena udah sore huhuhu. Eniwei, kami memutuskan membeli suvenir disini dan bukan di Batu Lemo karena menurut Pak Mangallo (driver kami), harga suvenir di Londa lebih murah. Saya dan teman saya membeli beberapa kaos dengan harga yang menurut kami murah. Selain itu juga bisa nawar, hehehe yess lah.

Bis Bintang Timur yang kece dan super nyaman siap mengantar ke Makassar!
Puas mengunjungi 8 destinasi di Tana Toraja, kami pun diantar ke rumah makan Sesean di Rantepao untuk makan dan sekalian mandi. Selanjutnya kami jalan ke perwakilan bis Bintang Timur yang jaraknya dekat dengan rumah makan ini. Tepat jam 8 malam, bis Bintang Timur yang kece dan super nyaman itupun menjemput kami menuju ke Makassar. 


Beri nilai tempat wisata ini, Kak :
{[["☆","★"]]}

Yuk komen, Kak! :D
EmoticonEmoticon