Hari ini saya explore sebuah museum yang masih terbilang baru di Semarang 😏. Nama museum tersebut adalah Museum Kota Lama. Museum ini terletak di Jalan Cenderawasih No.1A, Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang. Buka dari jam 10 sampai 15.30 (Selasa - Jumat) dan jam 9 sampai jam 15.30 (Sabtu - Minggu). Hari Senin tutup.
 |
Asyik banget explore Museum Kota Lama Semarang, berasa private tour! 😁
|
 |
| Merasakan sensasi naik trem uap! 🚆 |
 |
| Pelatarannya cakep banget, ada kolam dan jembatan kaca nya segala 😁 |
Museum Kota Lama berdiri diatas lokasi yang dulunya adalah air mancur Bundara Bubakan Semarang 💦. Sumber lain mengatakan museum ini dibangun diatas situs arkeologi ex depo lokomotif stasiun Jurnatan yang diketemukan tahun 2018. Apa sih yang khas atau unik dari museum ini? Museum ini menampilkan sejarah Kota Semarang umumnya dan Kota Lama Semarang khususnya gaess. Sejarah yang ditampilkan dimulai sejak tahun 1547 saat Kota Semarang didirikan.
 |
| Yuk explore Museum Kota Lama Semarang! 💪 |
 |
| Pelatarannya bagus |
 |
| Bisa foto diatas kaca segala 😄 |
Museum ini resmi dibuka untuk umum pada awal tahun 2022, tepatnya di bulan Februari 2022. Wow, masih cukup baru kan. Saya malah baru tau di tahun 2025 kemarin setelah melihat sebuah postingan di IG. Sebagai pecinta museum, so pasti saya auto kepengen explore museum ini. Saya membeli tiket masuk beberapa hari sebelumnya via app KoncoDolan. Murah banget, 10K aja, dan bisa dibayar pake QRIS 👍.
 |
| Kakak pemandu wisata dan kapal di bagian pertama tour |
Di app KoncoDolan, saya memilih jam 11 sebagai jam 11. Pilihannya setiap 30 menit ya. Pokoknya keliatan tertib dan teratur gitu jadwalnya. Sampai di Museum Kota Lama, ternyata jam 11 masih cukup lama. Saya pun memanfaatkan waktu dengan foto-foto dulu di luar museum, hehehe. Bagus sih penataannya, terlihat estetik, saya suka. Terdapat kolam dan saya bisa berfoto diatas jembatan kaca segala, kereen 😁. Yah walaupun rada deg-degan sih karena jembatannya ada di atas kolam 😅. Tepat jam 11, saya dibukakan pintu oleh staf Museum Kota Lama. Setelah konfirmasi pembayaran dan menitipkan sepatu dan tas di loker, saya disambut seorang pemandu wisata (tour guide) untuk memandu saya selama kurang lebih 30 menit explore Museum Kota Lama.
 |
| Foto di boat, hehe |
 |
| Foto lagi dong |
Pengunjung di jam 11 itu kebetulan hanya saya saja 🙋. Wah berasa private tour, hehe 😁. Diawali dengan ruang 1, terdapat visualisasi video singkat berdirinya Kota Semarang termasuk penjelasan sungai-sungainya. Saya diminta berdiri di spot tertentu yang ternyata bikin saya berasa sedang "melaju" dan bergerak di atas sungai 😆. Di bagian pertama ini ada kapal (boat) segala. Setelah visualisasi video usai, saya minta tolong difotoin di kapal tersebut 📸.
 |
| Berada di ruang 2 yaitu ruang imersif ✌ |
 |
| Pengalaman yang menyenangkan 😊 |
Next session (ruang 2) sungguh keren, gaess. Saya masuk ke sebuah ruangan yang dinamakan ruangan imersif. Di ruangan ini saya menikmati visualisasi layar 3D dan teknologi digital selama 8 menit. Saya diarahkan untuk duduk tepat di tengah ruangan untuk dapat menikmati sensasi teknologi tersebut. Visualisasi ini ditayangkan secara 3D di semua dindingnya. Yang ditayangkan tentu saja adalah sejarah Kota Semarang. Museum Kota Lama ini ternyata merupakan museum imersif pertama di Indonesia, wah mantaps! 😀💥
 |
| Ruang 3 berisi banyak foto-foto bersejarah beserta informasinya |
 |
| Estetik banget ya ruangan ini 👀 |
 |
| Puas-puasin deh membaca aneka informasi bersejarah di ruang ini |
 |
| Paradeplein, permukiman, dan air minum dalam kemasan pertama di Semarang |
Terdapat beberapa bagian lagi yang saya explore di museum ini. Supaya tidak kepanjangan, saya persingkat saja yaa. Ruang 3 berisi aneka foto-foto bersejarah dan ruang 4 berisi aneka artefak. Intinya, di museum ini, khususnya di ruang 3 dan 4, banyak memiliki koleksi foto-foto bersejarah, artefak, aneka peninggalan dari masa lalu yang direvitalisasi, termasuk juga sejarah kereta api 🚆.
 |
| Ruang 4 yang berisi aneka artefak |
Saya seneng banget sih melihat, menikmati, dan belajar dari aneka foto-foto bersejarah di Museum Kota Lama 👀👌. Misalnya ketika saya melihat foto permukiman di Semarang. Saya membaca ada beberapa kampung seperti Pecinan, Kampung Melayu, Pekojan, Kampung Pedamaran, dan Kampung Bugis. Saya nanya ke kak tour guide nya apakah Kampung Bugis masih ada? Katanya sudah udah gak ada. Wah sayang banget yaa 😅. Selain itu, terdapat banyak hal yang bisa kita lihat di ruang ini selain foto-foto. Misalnya benda bersejarah bernama Hygeia, air minum dalam kemasan pertama di Semarang. Untuk foto-foto dan info bersejarah yang lain terdapat paradeplein (area Taman Srigunting dan Gereja Blenduk), aneka benteng, aneka candi, tahun-tahun penting sejarah Semarang, dll.
 |
| Berdiri diatas jembatan kaca di ruang 4 👀 |
Di ruang 4 terdapat aneka artefak yang bisa kita baca informasinya disini. Unik juga, ada tulang belulang segala. Katanya sih tulang belulang ini ditemukan di bawah museum ini ketika proses penggalian 😅. Di ruang 4 ini juga terdapat jembatan kaca. Saya pun auto minta tolong difotoin di atas jembatan kaca ini. Rada deg-degan sih, walaupun lebih deg-degan berdiri di atas jembatan kaca yang ada di pelataran museum, cuz bawahnya kan kolam 😅.
 |
| Trem uap kuno yang ada di ruang 5 🚆 |
 |
| Bagian samping dan belakang trem |
Di bagian terakhir tur museum ini, saya diantarkan ke ruang 5. Ruang 5 adalah spot trem kuno bernama trem dupo atau kereta api uap kuno yang berasal dari tahun 1882. Ternyata dulu Semarang pernah dilalui trem loh, wuiih keren yaa 😀🚆. Terdapat juga beberapa foto-foto bersejarah di ruangan ini yang memberikan informasi mengenai lima stasiun di Semarang. Terdapat Stasiun Semarang Centraal di tahun 1907, Stasiun Samarang NIS di tahun 1867, dan Stasiun Semarang SCS (Pendrikan) di tahun 1907. Ketiga stasiun tersebut sudah tidak beroperasi dan bahkan sudah tidak ada lagi. Yang masih ada sampai sekarang adalah Stasiun Semarang West atau yang sekarang disebut Stasiun Poncol. Foto yang saya lihat diambil di tahun 1920an. Lalu satu stasiun lagi yang masih ada sampai sekarang adalah Stasiun Semarang Tawang. Fotonya diambil di tahun 1930. Seneng banget deh bisa tau tentang sejarah aneka stasiun di Semarang 👌.
 |
| 3 stasiun yang sudah tidak beroperasi di Semarang |
 |
| 2 stasiun yang masih beroperasi di Semarang |
Next, tentu saja saya puas-puasin foto di depan dan juga di atas trem dupo ini. Keren banget, hohoho 😊. Kalau kita naik ke atas trem ini, kita bakalan menikmati sensasi "seakan-akan" sedang naik trem. Ini karena ada visualisasi 3D pemandangan yang kita nikmati ketika naik trem beneran. Keren sekali 👊! Kak tour guide kemudian mengucapkan salam perpisahan di sesi ini. Thank you ya kak, sudah memandu saya dari awal sampai akhir, bahkan mau dimintain tolong buat foto-foto segala, hehehe. Sungguh suatu pengalaman yang menyenangkan di hari Jumat yang cerah cetar ini 🌞.
 |
| Yuk naik ke trem! 😏 |
 |
| Di atas trem 😍 |
 |
| Berasa naik trem beneran, wkwk 😎 |
 |
| I had such a good time today! 😃 |
Tak lengkap rasanya bila tak kulineran dulu sebelum pulang ke Ungaran. Saya naik GrabBike ke Paragon Mall. Sudah sejak lama saya penasaran seperti apa sih rasa buburnya Ta Wan. Ta Wan adalah jaringan resto Chinese food populer di Indonesia. Resto ini berdiri sejak tahun 1996 dan terkenal dengan menu andalan yaitu bubur dan hidangan Tiongkok klasik dengan sentuhan lokal. Kayaknya signature dish di Ta Wan tuh bubur memang yaa 🍲. Banyak yang bilang rasanya khas dan enak banget. Oke deh, mari kita coba! Btw, masih nuansa Imlek, warna merah masih menghiasi Paragon Mall, terutama di bagian lobby.
 |
| Cantiknya dekorasi Imlek di Paragon Mall Semarang |
 |
| Cuss ga pake lama, langsung aja yuk pesen menunya |
Saya segera menuju ke Ta Wan. Eh kebetulan banget yang datang baru saya aja. Langsung dianterin ke seating dan gak pake lama, saya memilih menu yang mau saya pesan. Pesanan pun datang dengan cepat 😉. Saya memesan Bubur Special Ta Wan 3 Kombinasi (36K) dan Es Teh Lemon Madu dengan Goji Berry (25K) 🍲🍹. Totalnya saya bayar 71K, sudah termasuk tax dan service charge.
 |
| Bubur Special Ta Wan 3 Kombinasi 😋 |
 |
| Penampakan bubur with kecap asin dan Es Teh Lemon Madu dengan Goji Berry 🍲🍹 |
Bubur special ini datang dengan porsi yang muantaap pol! All for myself, yay 😍! Sebagai penggemar bubur saya senang sekali dong ternyata porsinya sebanyak ini. Rasanya memang enak sekali 😋. Lembut, gurih, dan sangat mengenyangkan. Terdapat 3 macam daging di bubur special ini yaitu ayam, udang, dan ikan 🍤🐠🐥. Ini pertama kalinya saya makan bubur ada udang dan ikannya, lezaaat banget! Walaupun harganya lumayan mehong, tapi worth it 😎! Untuk minumannya, es teh madu goji berry lemon, tentu saja sangat menyegarkan 🍹. Goji berry nya dikasi banyak, ini juga pertama kalinya saya minum teh pake goji berry. Unik sekali rasanya! 💦
 |
| Kesampaian juga makan bubur special nya Ta Wan 😁👌 |
Thanks, God. Hari ini saya puas explore dan belajar banyak hal di Museum Kota Lama Semarang 🙏. Saya juga senang akhirnya kesampaian menikmati lezatnya bubur special Ta Wan 3 kombinasi 🍲. Oh ya, kalau suka dengan museum dan berminat explore museum lain yang ada di Kota Semarang, monggo bisa sekalian berkunjung ke MURI & Museum Jamu Jago, Museum Mandala Bhakti dan Museum Ranggawarsita 😀.
Location Map:
Baca Juga