Currently feeling The current mood of travelingika at www.imood.com

Museum Salatiga Plus Kuliner ala Thailand dan Vietnam di Orville Eatery

Akhirnyaa kesampaian juga melihat isi Museum Salatiga 😁. Bulan lalu saya ke Museum Salatiga yang lokasinya jadi satu dengan Prasasti Plumpungan. Waktu itu saya kesiangan datangnya dan museum sudah tutup. Kebetulan hari Jumat hanya buka sampai jam 10.30 saja. Kali ini saya kemari lagi tapi beda hari yaitu hari Selasa. Aman dong, kan kalo Senin-Kamis buka sampai jam 3 sore, hehehe. Tapi... pas saya sampai sini eh tak dinyana-nyana kok ya pas pemadaman listrik bergilir, hiks. Walhasil museum nya berasa gelap deh. Foto-foto yang ada disini pun saya ambil pake night mode, soalnya segelap itu, wkwk. Yo wes lah, mau ngulangin kemari lagi besok-besok juga males. Mari kita budidayakan night mode di hape Samsung A16 saya ini 💪😆.

Akhirnya melihat dalem nya Museum Salatiga 😄


Kulineran khas Thailand dan Vietnam di Orville Eatery Salatiga 😍


Mengenai Prasasti Plumpungan, saya bahas lagi sekilas yaa 😏. Prasasti Plumpungan adalah peninggalan bersejarah masa Hindu-Buddha (Kerajaan Mataram Kuno) yang menjadi tonggak berdirinya Kota Salatiga. Batu andesit besar ini dikeluarkan oleh Raja Bhanu pada tahun 750 Masehi untuk menetapkan Desa Hampra (kini Salatiga) sebagai daerah perdikan (swatantra) yang dibebaskan dari pajak. Prasasti Plumpungan done, now saya bahas mengenai Museum Salatiga (@museum_salatiga). Memasuki museum yang entrance fee nya gratis ini, di kiri dan kanannya langsung disambut oleh Ruang Pameran Kontemporer dan Kisah Leluhur Gus Dur.

Yukk mari kita lihat isi Museum Salatiga

Sisi kanan dan kiri pintu masuk

Staadsgemeente Salatiga

Legenda Salatiga

About Prasasti Plumpungan


Kemudian masuk ke ruang utama, langsung disambut beraneka koleksi arca dan benda arkeologis lainnya. Maka tak heran, Museum Salatiga ini dinamai juga Rumah Arca Situs Prasasti Plumpungan. Adapun beberapa koleksinya adalah Yoni, arca tokoh, arca dua sisi, bagian bangunan candi, antefik sudut, komponen bangunan candi, dan lapik. Penjelasan lengkap mengenai aneka koleksi tersebut bisa dibaca di https://disbudpar.salatiga.go.id/wp-content/uploads/2021/06/Leaflet-Museum-Salatiga.pdf. 

Pake night mode, gegara lagi ada pemadaman listrik bergilir 😅

Banyak yang bisa dipelajari dimari

Arca Nandisvara

Arca Dua Sisi

Arca Gajah

Puas-puasin deh melihat aneka peninggalan di masa lampau

Benda-benda arkeologi disini terpelihara dengan baik

Masa revolusi fisik di Salatiga


Pada leaflet tersebut, terdapat pula penjelasan mengenai Sejarah Salatiga. Berdasarkan isi Prasasti Plumpungan, maka sejarah Salatiga diawali dengan penetapan tanah perdikan terhadap sebuah desa yang bernama Hampra. Berdasarkan prasasti tersebut, hari jadi Kota Salatiga ditetapkan tanggal 24 Juli 750 Masehi 👌. 

Here I am! 😁

Foto diantara dua arca ini

Tampak dekat 👀

Now mau foto di taman nya 😁


Di Museum Salatiga, selain terdapat penjelasan mengenai Prasasti Plumpungan, juga ada Legenda Salatiga, Staadsgemeente Salatiga, dan Masa Revolusi Fisik Salatiga. Hanya aja karena gelap, saya bacanya sampe harus nyalain senter di hape, hehe. Eniwei, hasil foto-foto di Museum Salatiga ini not bad gaess. Walaupun gelap tapi dengan bantuan night mode, bisa terlihat agak terang dan cerah 👍. 

Arca Ganesha

Foto lagi di depan Prasasti  Plumpungan

Taman nya imut-imut 😏

Yay, thank you, Museum Salatiga 👍


Puas belajar mengenai Museum Salatiga dan isinya, saya lanjut kulineran di Orville Eatery 😄. Kenapa memilih restoran ini? Tak lain dan tak bukan adalah karena saya penasaran ingin mencoba kuliner khas Thailand dan Vietnam dimari 😏. Kebetulan di tahun 2015 saya pernah jalan-jalan ke negara Thailand dan kangen banget sama aneka kulinernya. Saya baru tau di Salatiga ada resto yang menyajikan aneka menu Thailand dan Vietnam. Sesuatu yang baru begini worth dicoba, tul gak gaess? 😆 

Orville Eatery Salatiga 👏

Kulineran ala Thailand dan Vietnam dimari

Hiasan di tiap sudutnya serba gemes 😍

Menu makanan ala Thailand dan Vietnam 👆


Orville Eatery (@orvillesalatiga) beralamat di Jl. Diponegoro No.175a, Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Buka Senin-Sabtu jam 12 siang sampai 8 malam, dan Minggu jam 10 pagi sampai 9 malam. Restaurant ini tuh konsepnya fine dining ya gaess, jadi penyajiannya juga kece dan bikin ngiler sih 😋. Yang saya lihat di IG tuh cakep dan kece banget penyajiannya. Pas saya sampai kemari, tepat jam 12 siang dan saya adalah pengunjung pertama, se-semangat itu. Langsung deh saya memantau pilihan menunya dan always nanya-nanya ke cashier tiap kali nemu menu yang pake bahasa Thailand / Vietnam. Ya sebenarnya di menu nya juga udah ada penjelasan dalam bahasa Inggris sih. Hanya aja saya emang suka iseng dan pengen tau apakah admin atau cashier nya paham betul mengenai menu-menu yang mereka jual, hehehe 😁.

Menu minuman serba warna-warni 😏


Pharita Kun 🍷


Saya memesan menu-menu berikut ini: Yum Nua (28K), Siam Chi Pop (25K), Thong Thong (16K), Bahn Mi Toast (20K), dan Pharita Kun (16K). Totalnya adalah 115K with tax. Menurut saya, 5 menu dengan harga segitu masih oke dan reasonable 💛. Apalagi ini konsepnya fine dining loh 😍.

Yum Nua 🌿

Siam Chi Pop 🍗

Thong Thong 🌽

Banh Mi Toast 🍞


Minuman bernama Pharita Kun itu datang pertama 🍷. Beverage ini berisikan infused dried plum, lyche syrup, strawberry syrup, soda, butterfly pea, dan rosemary. Taste nya super segar dan ada spark dari soda nya 💥. Sungguh fresh! Next yang datang adalah Yum Nua. Yum Nua adalah salad daging sapi khas Thailand yang memadukan irisan daging sapi panggang atau bakar yang empuk dengan sayuran segar dan siraman saus dressing bercita rasa gurih, manis, asam, dan pedas 🍲. Yum Nua terdiri atas lemongrass beef slice, romain, vermicelli, tomato cherry, kyuti, nuoc mam ngo, coriander leave, dan fresh carrot. Menu yang sehat banget ini sih. Selain sehat, rasanya juga enak dan segar. Kombinasi yang lezatos ketika daging, sayur, dan saus beradu di mulut 😋!

Sudah tersaji semua 😍

Tampak atas

Tampak atas agak ke bawah 😁


Menu ketiga yang datang adalah Siam Chi Pop. Sesuai namanya, menu ini berisikan Siam chicken pop, Thai mayo, romain, dan coriander leaves. Ini adalah cemilan ayam goreng tepung khas Thailand yang dipotong kecil-kecil seukuran gigitan (popcorn). Rasanya renyah, crunchy, tapi pas digigit empuk 🍗. Pokoknya enak banget. Menu berikutnya adalah Thong Thong. Menu yang penampakannya super unik dan gemes ini berisikan pie tee, sweet corn, kyuri, tomato, tuna, tobiko, krathong mayo, dan Asian garnish. Yang bikin gemes dan lucu itu karena menu ini ditaruh diatas batu-batu mini yang cute gitu, mau memakannya pun ku tak tega, wkwk 😆. Thong Thong adalah kudapan tradisional asal Thailand. Terbuat dari kulit pangsit yang diisi dengan campuran daging (di Orville pake tuna), jamur, dan sayuran, lalu digoreng sampai renyah 😋. 

3 menu favorit saya di Orville hari ini 😍


Terakhir adalah Banh Mi Toast 🍞. Menu sandwich khas Vietnam ini terdiri atas white toast, black and white sesame, tom yum mayo, onion chip, coriander leaves, dan sedikit daging. Hmm, kalau diperhatikan, makanan Thailand / Vietnam suka sekali memakai daun ketumbar yak 😼. Mungkin itu yang membuat rasanya jadi khas. Eniwei, Banh Mi Toast ini enak dan mengenyangkan, roti panggang yang diberi topping dan olesan khas Vietnam. Saus sambalnya ditaruh dalam wadah bulat yang cute dan gemes, jadi cakep gini deh tampilannya ketika difoto 😍. 

Yum Nua, segar maksimal 😍

Banh Mi Toast yang bikin auto kenyang 😋


Overall, hari ini saya puas explore Museum Salatiga plus kulineran khas Vietnam dan Thailand di Orville Eatery Salatiga 😎. Next kulineran khas negara mana lagi ya? 😃 

Location Map:

Baca Juga