Menenun gelang adalah suatu pengalaman unik yang saya dapatkan hari ini di Tekodeko (@tekodeko) Semarang 🧶. Workshop bertajuk Semarang Bracelet Weaving ini biayanya sangat murmer yaitu 100K saja. Diadakan oleh penggiat tenun dari Klaten bernama Lurikita (@lurikita) melalui project Kita Menenun (@kitamenenun). Kegiatan menenun gelang warni-warni ini dimulai dari jam 12 sampai jam 3 siang. Mentornya bernama Kak Tita dan dibantu asistennya yang bernama Kak Remi.
 |
| Semarang Bracelet Weaving at Tekodeko 💚 |
 |
| Pengalaman Unik Membuat Gelang Tenun bersama Lurikita 😍 |
Di workshop ini, kami menggunakan benang berjenis cotton (cotton yarn) 🧶. Bahan dan peralatan lengkap sudah disediakan. Kak Tita ternyata membuat sendiri beberapa alat yang dipakai di workshop ini, yaitu pakan dan sisir. Apa pula itu? Nanti saya jelaskan yak, hahahay,, pokoknya ada beberapa istilah dan nama-nama di dunia per-tenun-an yang saya baru ketahui hari ini. Okee langsung saja, berikut adalah catatannya 😉.
 |
| Outfit of the Day 💗 |
 |
| Bahan dan alat sudah disiapkan oleh Kak Tita dan Kak Remi |
 |
| Memakai cotton yarn 🧶 |
Sebagai awalnya, saya memilih 3 warna benang sesuai selera. Saya memilih warna merah, hijau, dan putih. Kayak warna watermelon a.k.a semangka yak, segerr 🍉. Dilanjutkan dengan memotong benang yang berwarna hijau sepanjang 1 kali meja (meja yang ada didepan saya yaa). Cuss langsung masukkan benang hijau tersebut ke lubang yang terletak di tengah "sisir". Sisir adalah salah satu alat buatan Kak Tita untuk meletakkan semua benang dalam satu lajur. Benang yang pertama selalu ditaruh di tengah ya. Untuk mempermudah ketika memasukkan benang bisa menggunakan alat bernama cucut 😏.
 |
| Mengenal sisir, cucut, dan aneka istilah dalam menenun |
 |
| Memilih cotton yarn 🧶 |
 |
| Fokus memasukkan benang ke sisir |
 |
| Memasukkan benang ke sisir, fokus dan pastikan benar |
 |
| Total ada 13 untaian benang |
 |
| Ikat ujungnya |
Selanjutnya saya memotong benang berwarna merah, kali ini sepanjang 2 kali meja. Masukkan benang merah ke lubang di sebelah kanan dan kiri benang hijau. Saya memilih benang selanjutnya, yaitu warna putih, saya potong sepanjang 2 kali meja juga. Saya masukkan benang putih ini ke lubang sebelah kanan dan kiri benang merah. Terakhir, saya ambil lagi benang warna hijau dan memotong sepanjang 2 kali meja. Saya memasukkan benang hijau ini ke lubang sebelah kanan dan kiri benang putih. Total nya ada 13 untaian benang yak. Ikat ujungnya supaya tidak lepas. Yay, urusan memasukkan benang pun selesai! 😄
 |
| Ikat benang ke badan, supaya nanti benang bisa maksimal diregangkan 😀 |
 |
| Wkwk, ini unik sih 😆🧶 |
Perjalanan kita masih panjang ya, hehehe. Salah satu ujung kaitan benang dipasangkan ke stopper dan ujung yang satunya dipasangkan ke mana hayooo... wkwk pokoknya unik buangeet. Ujung kaitan benang yang satunya dikaitkan ke benang dengan warna berbeda (saya pakai benang biru dengan simpul hidup) dan dililitkan / dikaitkan kuat ke badan saya, tepatnya diikatkan ke perut saya, wkwkwk 😆. Walaah kok lucu, untuk apa sih? Ternyata tujuannya adalah mencari "pengait" yang kuat untuk "meregangkan" benang, dalam hal ini badan kita dianggap kuat untuk menjadi "alat bantu" meregangkan benang yang akan ditenun. Benang yang regang tersebut dinamakan benang lusi.
 |
| Tangan kiri memegang pakan yang sudah dililiti benang |
 |
| Ujung benang yang lain dikaitkan ke stopper |
 |
| Siap menenun gelang 💪🧶 |
 |
| Penampakan benang lusi |
Kemudian saya menyiapkan "pakan". Pakan adalah alat utama untuk menenun. Saya lilitkan benang berwarna hijau sebanyak 8 kali lilitan ke pakan. Nah benang ini yang kemudian dinamakan benang pakan. Kak Tita menunjukkan arah menggerakkan pakan dan cara menenun sampai terbentuk motif yang cantik. Kalau gerakan menenunnya benar, motifnya pasti muncul kok 😏. Semisal gak muncul, bisa diulangin lagi. Pokoknya katanya dinikmati aja prosesnya, hehehe.
 |
| Susah-susah gampang, gampang-gampang susah 😆 |
 |
| Mulai menenun 👀🧶 |
 |
| Yay! Motifnya sudah berhasil muncul! 😁 |
Gerakannya adalah pakan dimasukkan dari kanan ke kiri, dengan posisi sisir dinaikkan / digerakkan ke atas. Kemudian hentakkan pakan ke benang bagian bawah (yang kuat yaa, supaya motifnya rapi) dan tarik sisa benang pakan. Kalau loss, berarti gerakannya salah. Tapi kalau sudah benar, motifnya nanti akan otomatis muncul. Kemudian lakukan gerakan yang sama namun dari arah sebaliknya. Yep, now pakan nya dimasukkan dari kiri ke kanan, dengan posisi sisir diturunkan / digerakkan ke bawah. Hentakkan kuat pakan nya ke benang bagian bawah dan tarik sisa benang pakan. Musti konsentrasi maksimal ya gaess, harus inget tadi tu sisirnya naik atau turun. Karena kalau tadi naik terus naik lagi, ya loss deh benangnya, wkwk alias gak jadi jadi. Fokus aja: naik, turun, naik, turun, gitu terus sampai gelangnya jadi sepanjang yang kita inginkan 😁. Selama proses menenun ini saya banyak bertanya dan dibantu oleh Kak Remi, asistennya Kak Tita.
 |
| Kiri kanan atas bawah 👀😏 |
 |
| Fokus yes, udah setengah perjalanan nih 😄 |
 |
| Segini aja deh panjang gelang nya, cukup 😎 |
Aktivitas ini josjis banget buat melatih fokus dan daya ingat. Sekaligus melatih keterampilan dan keluwesan gerakan tangan. Kebetulan yang duduk di sebelah saya suka crochet, jadi dia memang ga asing dengan per-benang-an. Jadilah dia adaptasinya cepat dan bisa menenun dengan sat set dengan hasil yang oke banget. Memang butuh untuk getting used to, sih 😅. Kebetulan saya masih amatiran tapi gak malu untuk belajar dari nol, hehehe. Emang dasarnya aja gue demen belajar hal baru, wkwkwk 😆.
 |
| It's a wrap! 😎🧶 |
 |
| Thank you Kak Tita untuk ilmu menenun nya! 🙏 |
 |
| New skill unlocked: Bracelet Weaving 💖🧶 |
 |
| My very own bracelet! Motif watermelon 🍉😍 |
 |
| Motif nya cakep! 💛 |
 |
| Beberapa contoh gelang tenun buatan Lurikita |
Total proses ini dari mulai diajarin sampai jadi gelang ya sekitar 2,5 jam deh, ga lama kok. Itu pun saya memutuskan selesai karena memang udah mau jam 3 sore dan Kak Tita mau bersiap mentoring untuk kelas menenun berikutnya yang akan dimulai jam 3. Setelah selesai, ujung gelang tenun saya dirapikan dan diikat secara simpel saja, yaitu ala kepang. Katanya sih bisa juga diikat ala macrame, tapi agak lama. Thank you banget Kak Tita dan Kak Remi dari Lurikita yang sudah mengajarkan skill baru, yaitu menenun gelang a.k.a membuat gelang tenun yang cakep banget 😍.
 |
| Laper nih! Makan yuuk 😆 |
 |
| Creamy Beef Misoa 😋 |
 |
| Porsi mantap, rasa lezat! 🍲😋 |
Perut saya sudah melapar nih. Mumpung dapat voucher 25K dari Tekodeko, kita manfaatkan yuuk 😆! Saya memesan Creamy Beef Misoa. Harga aslinya 40K, tapi karena ada voucher, jadi cuma 15K. Plus tax, total jadi cuma 16,5K. Mantap banget kan! Ini salah satu signature dish nya Tekodeko yang enak, creamy, dan ndaging banget 😋. Daging sapi nya cukup banyak, misoa enak, ada jamur enoki nya juga. Kuah creamy nya... sedaap mantull endulitaa, bikin menu ini makin josjis lezat maksimal 😋.
 |
| Cakep banget dipakenya! 😍 |
Puji Tuhan 🙏, puas sekali hari ini saya berhasil unlocking new skill yaitu menenun gelang dan kulineran Creamy Beef Misoa yang lezatos di Tekodeko. Next kita belajar membuat apa lagi yaa? 🙋
Location Map: Tekodeko
Baca Juga