Workshop seputar pertanian selalu menjadi hal yang sangat unik bagi saya 🌿. Unik soalnya jarang banget yang ngadain 😸. Sebelumnya saya pernah belajar memetik buah melon, mengolah sampah organik menjadi kompos, dan menanam sunflower. Gak nyangka juga saya bisa ikut kelas pertanian hari ini di Urban Farming Corner Semarang. Sistemnya tuh siapa cepat dia dapat, kuota terbatas untuk 10 orang saja di setiap kelasnya. Beberapa kali saya mencoba mendaftar di kelas-kelas UFC sebelumnya tapi ga dapat terus. Nah kali ini saya sungguh beruntung berkesempatan ikut kelas gratisnya UFC yang di support oleh Dinas Pertanian Kota Semarang (@dispertan_smg). Bertema: Pelatihan Budidaya Jamur, dimentori oleh penyuluh pertanian bernama Ahmad Syihabuddin, S.P. yang merupakan lulusan S1 Pertanian UGM. Jos gandoss, siap belajar dari ahlinya 🍄👏!
Diadakan di hari Jumat, 18 September 2026, mulai jam 8 sampai 10.30 pagi. Lokasinya di Urban Farming Corner (@ufc_smg) yang beralamat di Jl. Menteri Supeno No.1 Semarang. Saya masuk ke ruangan kelas yang adem, duduk paling depan, dan semangat belajar teori tentang budidaya jamur. Dapat snack dan minum juga lo, asek. Btw, kenapa kuota hanya untuk 10 orang? Ya karena gratis dan kalau kebanyakan peserta nanti budget yang dikeluarkan Dispertan terlalu banyak. Sedangkan mereka rutin mengadakan kelas sebulan bisa beberapa kali. Selain itu di UFC juga ada maintenance untuk taman dan aneka tanaman yang dibudidayakan 🌾🌱.
Judul pembelajaran jamur by Pak Syihab bertajuk: "Budidaya Jamur Tiram: Cara merawat secara manual, kenali musuhnya, dan nikmati panen berlimpah di rumah atau kumbung sederhana anda!" Banyak hal seputar jamur tiram yang saya pelajari di kelas ini 🍄. Cuss simak pembahasannya berikut ini!
Pak Syihab menjelaskan 3 syarat hidup jamur yaitu sebagai berikut: Pertama, suhu sejuk. Jamur benci panas terik 🍄. Pastikan ruangan rindang dan bersuhu sekitar 22-28 derajat Celcius agar jamur tidak layu kepanasan. Kedua, kelembapan ekstra. Jamur butuh kelembapan 80-90%. Ruangan harus terasa "basah" dan lembap seperti suasana di pegunungan sehabis hujan. Ketiga, oksigen lancar. Seperti kita, jamur butuh napas segar. Sirkulasi udara wajib ada agar jamur tumbuh mekar, tidak kurus memanjang.
Kemudian, mengenai media tanam jamur dijelaskan sebagai berikut: Media tanam jamur disebut Baglog. Baglog adalah media tanam berbentuk silinder. Isinya serbuk gergaji kayu, dedak (bekatul), dan kapur yang sudah disterilkan dan diberi bibit jamur. Tips bagi pemula: Daripada repot membuat baglog sendiri (butuh drum sterilisasi besar), lebih baik membeli baglog yang sudah jadi (inkubasi penuh) dari petani besar. Tinggal susun di rak, rawat, dan tunggu panen.
Perawatan harian bisa dibilang susah-susah gampang, gampang-gampang susah 😅. Rutinitas menyiram jamur adalah sebagai berikut: Penyiraman dilakukan secara manual menggunakan semprotan tangan (sprayer) atau selang air ber-spray halus. Aturan josjis nya adalah semprotkan air ke "udara" di sekitar rak, ke atap, dan ke lantai ruangan. Jangan menyemprotkan air bertekanan langsung ke dalam lubang baglog atau ke arah bakal jamur (pinhead) yang masih kecil karena bisa membusuk. Lakukan 2-3 kali sehari atau lebih sering saat musim kemarau panas.
Kemudian dijelaskan juga mengenai jendela dan pencahayaan (manual). Sirkulasi udara penting sekali bagi jamur. Buka jendela / ventilasi kumbung di pagi dan sore hari agar udara segar masuk dan gas CO2 keluar. Jika udara pengap, batang jamur akan tumbuh panjang seperti toge tetapi payungnya kecil / kerdil. Kemudian jamur tiram tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Kenapa? Bisa kering krispi di rak! Berikan cahaya tak langsung ya gaess. Patokannya: cukup terang sampai kita bisa membaca tulisan di dalam kumbung tanpa bantuan lampu 👀.
Next, mengenai siklus panen 😏. Per baglog bisa panen 4-6 kali. Setelah cincin penutup baglog dibuka, jamur pertama biasanya akan muncul dalam waktu 1 hingga 2 minggu. Jika perawatannya bagus, satu baglog tidak hanya panen sekali saja. Kita bisa panen hingga 4-6 kali dari baglog yang sama dalam rentang waktu 3-4 bulan sampai isi baglog kempes dan habis nutrisinya.
Sekilas terlihat mudah ya merawat jamur? Ternyata nggak juga loh. Terdapat aneka masalah umum seputar perawatan jamur. Berikut ini adalah beberapa masalah dan solusi manualnya.
- Kontaminasi hijau. Adanya jamur liar yang disebut Trichoderma. Solusinya: tidak ada solusinya karena tidak bisa diobati gaess. Segera ambil baglog yang terkena dan buang jauh-jauh atau bakar sekalian agar sporanya tidak menular ke baglog-baglog lain yang sehat.
- Jamur kering / kuning. Kelembapan udara terlalu rendah / kepanasan. Solusinya: tingkatkan frekuensi penyiraman lantai dan dinding. Beri kain basah atau karung goni basah di lantai kumbung.
- Hama lalat (gurem). Lalat bertelur di baglog, ulatnya memakan jamur. Solusinya: gantungkan "Yellow Sticky Trap" (perangkap lalat kuning) dan wajib sapu bersih sisa akar jamur di lantai.
Dikatakan oleh seorang petani jamur berpengalaman, saat memanen, cabutlah jamur sampai ke pangkal akarnya. Jangan dipotong dengan pisau! Sisa akar yang tertinggal di baglog akan membusuk dan mengundang penyakit. Itulah aturan emas saat panen yang tak boleh dilupakan! 👌
Ketika panen, itulah waktunya kita menikmati hasil. Panenlah jamur saat tepian payungnya masih agak melengkung ke bawah (belum mekar / mekar lurus ke atas). Segera kemas, jual, atau masak jadi lauk yang lezat! 😁
Itu dia gaess keseruan belajar budidaya jamur tiram pagi ini di Urban Farming Corner 🍄😍. Setiap peserta membawa pulang "souvenir" yang super mantap yaitu 5 baglog, sprayer, cutter, handuk, dan kompos cair 👍. Handuk basah dapat digunakan sebagai alas baglog, untuk memberikan kelembapan. Sedangkan kompos cair tidak digunakan dalam proses budidaya jamur, jadi ya dipakai untuk tanaman lain di rumah. Mantap dan josjis banget! Sayangnya dirumah saya ada 4 kucing dan kondisi rumah tidak memungkinkan untuk budidaya jamur di dalam rumah 😑. Saya juga tidak mungkin membangun kumbung diluar rumah dalam waktu singkat 😐.
Dikatakan Pak Syihab, sebaiknya memang ada "tempat" tersendiri diluar rumah yang bisa dijadikan kumbung (bangunan khusus untuk membudidayakan jamur). Selain itu, kumbung harus steril dan bersih guna mencegah kontaminasi dari jamur liar atau hama. Lalu di cuaca super panas begini bakalan susah banget sih untuk mempertahankan hawa sejuk untuk budidaya jamur 🌞. Dan yang paling gong nya adalah... saya takut kena sakit pernapasan gegara budidaya jamur di dalam rumah 😅. Soalnya Pak Syihab cerita kalau ada sekeluarga yang budidaya jamur di dalam rumah (bukan di kumbung diluar rumah) dan mereka masuk rumah sakit karena kena sakit pernapasan 😟. Huhuhu, takuut 😱. Soo dengan aneka alasan itu... dengan berat hati souvenir ini saya berikan ke orang lain yang berminat untuk budidaya jamur. Saya rasa akan lebih bermanfaat dibudidayakan orang lain daripada jamurnya mati atau gagal tumbuh dirumah saya 😊. Jyujyur masih pengen ikut kelas pertanian di UFC lagi sih. Gratis, seru, asyik, menyenangkan, dan dapat banyak kenalan sesama penyuka tanaman 😏. Next ikut pelatihan budidaya tanaman apa lagi ya? 🌷🌳🌱🌹🍅🍋
Location Map: Urban Farming Corner


Currently feeling 













🔴 "Creativity is intelligence having fun." - Albert Einstein

🟣 "The longer I live, the more beautiful life becomes." - Frank Lloyd Wright
🟤 "Somewhere, something incredible is waiting to be known." - Carl Sagan