Currently feeling The current mood of travelingika at www.imood.com

Handbuilding Pottery and Whisking Matcha at Naruna Pottery Cafe & Grill Salatiga

Hai hai hai, hari ini aku ikut workshop membuat matcha bowl dan meracik minuman matcha latte di Naruna Pottery Cafe & Grill Salatiga (@naruna.official ; @naruna.space). Workshop ini diadakan oleh Creative Space yang bekerjasama dengan Naruna. Asyik banget tempatnya cozy dan sejuk banget. Vibe nya so cool banget. Naruna ini ya resto ya cafe ya showroom dan toko produk keramik. Produk-produk keramik yang ada disini dibuat sendiri alias handmade by Naruna lohh. Keren banget kan ada resto kayak gini di Salatiga. 


Bebikinan pottery ini dimulai jam 1 siang sampai selesai, yah kira-kira sampai jam 3 siang. Mentornya dari Naruna, namanya Kak Salwa. Hari ini kami bikin matcha bowl nya pake teknik handbuilding yah, tidak pake pottery wheel. Kalau mau pakai pottery wheel bisa ikut kelas private sendiri dengan biaya 200K untuk durasi kurang lebih 1 jam, dimentori oleh Kak Salwa juga. Workshop handbuilding ini biayanya murmer banget, only 140K, sudah termasuk whisking matcha latte juga! Bahan dan alat sudah disiapkan komplit. 


Walau pesertanya sedikit, tapi kami semua antusias banget mengikuti workshop ini. Apalagi yang belum pernah bikin pottery pastinya sangat hepi dan curious. Aku sendiri tahun lalu sudah pernah ikut pottery workshop di Djajanti Kitchen Semarang. Jadi kali ini adalah kali keduaku "bermain" pottery. Kalau dulu aku bikin mug, kali ini aku akan membuat matcha bowl. 


Bahan yang digunakan ternyata berbeda dengan yang digunakan di my first pottery workshop. Untuk kegiatan workshop, Naruna selalu menggunakan tanah liat Sukabumi. Tanah liat Sukabumi adalah jenis material lempung berkualitas tinggi berkarakteristik stoneware yang sangat dicari oleh perajin keramik karena kekuatannya yang padat dan tahan air. Sifat fisiknya lebih keras, padat, kuat, dan tidak tembus air, bahkan tanpa glasir sekalipun. Ideal banget untuk membuat aneka kerajinan keramik seperti piring, mangkuk, mug, vas, hingga karya seni patung dan pottery profesional. Selain itu, nantinya setelah proses pembakaran bersuhu tinggi (1200-1300 derajat Celcius) dan glasir, matcha bowl yang kami buat hari ini akan menjadi food grade, jadi aman banget buat digunakan sehari-hari, yay! 


Hmm, ternyata membuat matcha bowl susah-susah gampang. Fokus maksimal aku tuh, wkwk. Tapi tapi tapi.. aku tu tadinya bingung mau dibentuk kayak apa, hahahaha. Jadinya ngasal aja deh, yang penting berkreasi sesuka hati. Di workshop ini, sudah disediakan juga cetakan bentuk yang lucu-lucu, cetakan huruf, kuas, dan air. Kuas dan air ini fungsinya untuk "melekatkan" dan merapikan tanah liat yang mungkin kurang halus permukaannya ketika dibentuk. Eniwei, aku ga terlalu kuatir juga sih sama hasilnya, soalnya nanti dirapikan lagi sama Kak Salwa. 


Untuk warnanya ternyata tergantung stok warna dari Naruna sih. Aku rikues warna ijo untuk matcha bowl nya semoga bisa yaa. Oh ya, karena masih ada sisa tanah liat, aku buat tempat mini yang imut-imut. Entahlah nanti buat apa, ini aku bikin bentuk mini cup, mungkin bisa buat tempat saus or sambal.


Selesai dengan kegiatan handbuilding pottery, kami pun berfoto bersama dengan hasil karya masing-masing. Kemudian matcha bowls kami "diserahkan" ke Kak Salwa. Nanti hasilnya akan dikirim 1 bulan lagi ke alamat rumah masing-masing, yay! Penasaran banget aku tu nanti jadinya kayak apa, hohoho.


Lanjut sekarang ke kegiatan berikutnya yaitu whisking matcha alias membuat matcha latte. Pas aku tanyain ke Kak Salwa apa jenis matcha nya, Kak Salwa gak tau, huhuhu. Tapi ini kek nya bukan jenis ceremonial sih. Aku tau soalnya pernah belajar meracik minuman matcha bersama Teman Ramoe di Masa Kitchen Semarang. Eniwei, ini pas whisking nya juga arahnya sesukanya aja, gak pake teknik kek Teman Ramoe. Tapi ya udahlah ga papa, namanya juga kegiatan tambahan, bukan yang serius belajar soal matcha juga, hehe. 


Simpel aja sih bikin matcha latte, susu sudah dipersiapkan sebelumnya, dan tugas kita hanya whisking matcha saja. Setelah dirasa cukup rata, tuang matcha ke cup berisi susu tersebut. Jadi deh! Langsung saya minum soalnya haus banget, panas banget gaess hari ini di Salatiga. Ahh segarnya es matcha latte telah membuat dahaga ini sirna dan lenyap seketika. Tengkyuu ya Kak Salwa dan Naruna yang sudah menyediakan space dan mengajarkan membuat produk pottery yang berkualitas tinggi. Penasaran banget matcha bowl ku nanti hasilnya 1 bulan lagi seperti apa. 


Selesai dengan kegiatan whisking matcha, aku ga langsung pulang tapi lihat-lihat toko souvenir nya. Jadi Naruna tuh membuat sendiri produk-produk keramiknya dan dijual juga di resto ini. Toko souvenir keramik ini letaknya paling atas ya gaess, jadi musti naik tangga. Produk-produknya bagus-bagus banget. Jadi bingung mau milih yang mana. Tadi dapat voucher diskon 25K harus dimanfaatkan dong. Akhirnya aku pilih mini cup yang super cute ini. Harga aslinya 60K, tapi diturunin jadi 50K. Pake diskon 25K, jadi cuma bayar 25K deh, siiip. 


Eh btw, kapan-kapan aku mau daftar kelas private bikin pottery pake pottery wheel di Naruna ah. Kayaknya kok seru banget yah kalau bisa punya pengalaman bebikinan pottery pakai pottery wheel. Biar kayak di film-film gitu, hehehe. 


Location Map: Naruna Pottery Cafe & Grill Salatiga

Baca Juga