Bulan ini sepertinya saya lagi demen banget ikut workshop bertema kopi ☕. Setelah worshop manual brewing dan kalibrasi espresso, kini saya mengikuti workshop bertajuk Shareloc Basic Latte Art Class. Diadakan di Somerset Queen City pada tanggal 25 Juli 2026 oleh Project Ruang Rasa yang kualitas pengajarannya serba premium dan tak diragukan lagi 👍. Workshop keren berbiaya 190K (aslinya 200K tapi dapat diskon 10K karena sebelumnya pernah ikut kelas Shareloc) ini dimulai jam 1 siang sampai jam 5 sore. Pesertanya sebanyak 26 orang, makanya mostly waktunya memang habis buat praktek, setiap peserta dapat kesempatan praktek membuat latte art, asyik kan! 😀
Lokasi Hotel Somerset ini ada di belakang Queen City Mall, saya naik ke lantai 21, tepatnya ke Olive Meeting Room. Sampai disana langsung daftar ulang dan dapat free snack and drink dari Kak Tania. Mentornya sama dengan kelas manual brewing ya, Pak Raphael Argasae 👨. Beliau ini Lead Instructor Delta Coffee Roaster yang serba multitasking, ngajar apa aja bisa! Mantaap! Langsung saja, berikut adalah catatan membuat latte art bersama Project Ruang Rasa menggunakan produk Delta Coffee 👇.
Teori espresso dan latte art diajarkan selama kurang lebih 45 menit. Untuk dapat membuat latte art, sebelumnya kita diajarin dulu cara membuat espresso ☕. Tentu saja karena latte art yang oke dapat dihasilkan pada espresso yang oke juga. Espresso yang baik dihasilkan dari ekstraksi dengan resep sebagai berikut: dosis 19 gram kopi, waktu ekstraksi 23-26 detik, dan perbandingan jumlah espresso yang dihasilkan pada 1 kali ekstraksi adalah 1:2. Oh ya, kopi yang digunakan untuk membuat espresso terdiri atas mix robusta dan arabica. Masing-masing 50%. Robusta untuk menghasilkan tekstur yang creamy, sedangkan Arabica untuk menghasilkan rasa yang asam, lembut, dan kompleks.
Kemudian lanjut kita ke susu yang digunakan . Susu yang baik untuk latte art adalah susu pasteurisasi / fresh milk 🥛. Bukan susu UHT ya gaess. Di sesi Q&A saya juga menanyakan apakah susu sapi murni juga baik untuk latte art 🐄. Jawabannya ternyata iya, baik banget malah. Yang penting susu murninya dipanaskan dulu / melalui tahap pasteurisasi. Caranya yaitu dengan memanaskan susu murni sampai suhu 70 derajat Celcius (bisa pake termometer untuk memastikan suhunya). Kemudian dimasukkan ke botol kaca dan ditaruh di dalam chiller.
Peralatan membuat latte art adalah espresso maker, milk jug, dan cup ⛾. Kata Kak Cessa, peserta yang duduk di sebelah saya, kalau gak punya espresso maker bisa juga pakai French press untuk steaming susu nya. Tapi emang paling bagus kalau pakai espresso maker sih, steaming nya bisa menghasilkan microfoam yang glowing seperti cat ✨. Mentor juga menjelaskan prinsip-prinsip penuangan sehingga menghasilkan latte art yang bagus.
Mentor kemudian mendemokan cara membuat espresso secara basic saja dan dilanjutkan proses steaming dan membuat latte art. Yang ditunjukkan kali ini adalah cara membuat latte art berbentuk hati 💚. Ini shape yang basic banget katanya. Kalau bisa membuat bentuk hati, bisa lanjut membuat bentuk-bentuk kece yang lain 😄.
Teori dan demo selesai, lanjut kita dengan sesi praktek. Yay! Setiap peserta mendapat "jatah" durasi maksimal 15 menit untuk praktek membuat espresso dan latte art ☕. Pantesan aja kelas latte art ini lama dan panjang, soalnya memang seniat itu memberikan kesempatan pada setiap peserta untuk bisa praktek maksimal 👌.
Setelah menunggu kira-kira 1 jam, akhirnya tibalah giliran saya praktek membuat espresso dan latte art ☕. Saya dibimbing langsung oleh ahlinya alias Pak Raphael, yay 😁! Saya dibimbing mulai dari mengambil kopi sesuai dosis, menggunakan portafilter, proses tamping, dan membuat espresso. Now saat yang cukup mendebarkan yaitu... steaming susu 🥛! Jug berisi fresh milk itu saya "pertemukan" dengan steaming, dicelupkan sedikit ke susu dan jug saya miringkan sedikit. Saya nyalain alatnya dan nunggu sampai tangan terasa panas tapi tidak terlalu panas. Setelah itu mulailah saya menuangkan susu ke espresso. Cara memegang jug juga harus benar ya, 3 jari dimasukkan ke handle nya dan 2 jari diposisikan dipinggir jug nya. Deg deg serrrr 😆! Mulai dulu menuangkan dengan arah oval, berhenti sejenak, lalu mulai membuat bentuk hati dengan terlebih dahulu membuat bentuk bulat. Next "belah" bentuk bulat itu dengan menuangkan susu ke arah atas. Jadilah bentuk heart 💖. Yah walaupun amatiran, tapi lumayanlah hasilnya, wkwk. Thank you ya Pak Raphael sudah bersabar mengajari saya dan selalu menjawab setiap pertanyaan saya 😁.
Menjelang akhir workshop, ada pengumuman peserta paling aktif dan ada 3 peserta yang disebut namanya. Salah satunya adalah... saya! Wkwk, tengkyuu banget yaa 🙏. Saya pun naik ke panggung dan mendapatkan goodie bag dari Kahf. Mantaap banget isinya aneka skincare 😏. Walaupun ini produk buat laki, tapi wanginya oke juga kok untuk dipakai perempuan, hehehe. Dilanjut foto bersama dan pamitan pulang. Pas keluar, eh dikasi goodie bag lagi! Kali ini dari Delta Coffee, isinya produk kopi dan lagi-lagi dapat skincare Kahf. Thank you so much! Next ikut workshop kopi nya Project Ruang Rasa lagi ah. Masih ada 2 kelas yang belum saya ikuti yaitu basic coffee cupping dan basic espresso course 😎. Hopefully, next juga diadain kelas membuat aneka minuman kopi, misalnya: frappuccino, mochaccino, cappuccino, americano, dan macchiato. Semoga yaa! 🙏
Location Map: Somerset Queen City Semarang


Currently feeling 














🔴 "Creativity is intelligence having fun." - Albert Einstein

🟣 "The longer I live, the more beautiful life becomes." - Frank Lloyd Wright
🟤 "Somewhere, something incredible is waiting to be known." - Carl Sagan