Currently feeling The current mood of travelingika at www.imood.com

Basic Coffee Cupping, Belajar Mengenal Kopi Arabica dan Robusta dari Awal

Ikutan workshop di weekday alias hari biasa lagi yuuk 😁, hahahayy. Hari ini, 7 Agustus 2026, saya mengikuti workshop kopi lagi. Tiada lain dan tiada bukan diadakan lagi dan lagi oleh Project Ruang Rasa. Workshop kopi bertajuk Shareloc Basic Coffee Cupping ini adalah workshop ke-4 yang saya ikuti di Project Ruang Rasa. Apa gak mantep tuuh, hehehe. Ga tau kenapa akhir-akhir ini memang saya sedang suka sekali belajar tentang kopi ☕, bahkan sampai ikut coffee tour segala. Oke deh, tanpa ba bi bu lagi.. ini dia catatan saya mengikuti kelas Basic Coffee Cupping 😀.


Acara yang bertempat di Somerset Queen City Semarang ini dimulai jam 2 siang dan berakhir jam 5 sore. Pesertanya banyak juga nih, padahal hari biasa loh. Hmm, para peserta ini pekerjaannya apa ya kok bisa ikutan workshop di hari biasa? Penasaran juga saya tuu.. Eniwei, saya datangnya telat beberapa menit, huhuhu, diakibatkan kena macet, lalu lintas padat merayap sekali, ngepasi jam anak-anak pulang sekolah. Tapi it's okay, the show must go on! 😆


Mentornya masih sama yaitu Pak Raphael Argasae dari Delta Coffee. Diawali teori selama sekitar 30 menit, lalu dilanjutkan dengan tanya jawab sebelum mulai praktek cupping. Oh ya, tentang cupping sendiri, saya sudah pernah belajar sekilas tentang cupping ketika mengikuti coffee tour di Kopi Sepakung Mbah Bedjo. Jadi udah tau dikit-dikit lah yaa 😁. 


Di sesi teori + QnA, Pak Raphael menjelaskan tentang Pengenalan Anatomi dan Varietas Kopi, Proses Pasca Panen, Penyangraian, Roasting Level, Cupping Protocol, dan prosedur serta cara mengisi Coffee Cupping Form. Kertas form saya mulai penuh coretan ini, hehehe, apa aja yang menurut saya penting saya tulis di kertas ini. Dari sini saya jadi tau jenis kopi yang paling banyak dipakai adalah semi washed process. Kopi yang espresso-based adalah berasal dari biji kopi yang proses roasting nya mencapai level medium-dark roast. 


Di proses roasting sendiri, ada yang disebut proses yellowing. Yellowing adalah level roasting yang paling utama karena rasa terbentuk di proses ini. Kemudian ketika biji kopi berubah warna menjadi coklat muda, terjadi crack yang pertama yang biasanya terjadi di menit ke-7,5 - 8,5). Lalu terjadilah fase karamelisasi. Karamelisasi adalah pemecahan karbohidrat yang terjadi di menit ke-8,5 - 12). Pada fase karamelisasi ini terjadilah crack yang kedua. Setelah itu, terjadi reaksi pirolisis dimana oksigen dan hidrogen teruapkan serta meninggalkan C (karbon) saja, warna biji kopi di fase ini sudah menjadi hitam. Oh ya, di crack yang pertama tadi, kadar kafein nya masih tinggi ya gaess. Makin lama proses roasting, makin sedikit / berkurang kafein nya.


Menurut Pak Raphael, biji kopi yang ideal adalah level medium dan medium to dark. Bila ingin mengurangi kadar kafein, selain melalui proses roasting yang lama, bisa juga melalui penyeduhan. Terus ada yang nanya nih, unik juga pertanyaannya: kopi jadul dan kopi di coffee shop lebih aman yang mana? Ternyata lebih aman kopi jadul seduhan sendiri, gaess. Hal ini dikarenakan biji kopi yang ada di coffee shop biasanya memiliki proses roasting yang kurang lama. Inget kan, tadi kalo raosting nya lama, otomatis kafein berkurang. Nah kafein ini yang biasanya jadi pencetus gerd dan jantung deg-degan. Such a nice info kan? Next ada yang nanya juga: kafein lebih banyak di kopi robusta atau arabica? Jawabannya di kopi robusta, gaess. Starbucks sendiri memakai kopi jenis arabica yang notabene harganya lebih mahal dari kopi jenis robusta. Kenapa? Karena lebih sedikit kafein nya, so pasti lebih aman. Kafein yang lebih sedikit didapatkan dari proses roasting biji kopi sampai level dark roast. Nah, biasanya tuh kita bisa tau kalau dark roast tuh dengan melihat penampakannya yang ada oily nya diluar. Terakhir, mengenai proses resting setelah roasting tuh berapa lama? Resting setelah roasting biasanya membutuhkan waktu 3-7 hari yaa. Tapi Delta Coffee menerapkan resting selama 1 hari saja. 


Nah, untuk coffee cupping hari ini, Pak Raphael sudah menyediakan 2 jenis kopi yaitu Aceh Gayo (100% arabica) dan Java Robusta ☕. Ketika cupping, kami melakukan organoleptik. Organoleptik adalah pengujian atau penilaian terhadap suatu produk, yang menggunakan panca indra sebagai alat ukur utamanya. Uji organoleptik ini disebut juga uji sensori.


Biji kopi di "grinding" dulu lalu ditaruh di gelas-gelas yang sudah disediakan. Masing-masing peserta mencium aroma kedua bubuk kopi tersebut. Sebaiknya gelas jangan diangkat, cukup digoyang saja untuk mengeluarkan aromanya. Yang aromanya tajam disini adalah arabica. Arabica sendiri biasanya memiliki kadar kafein sebesar 0,8-1,2% saja. 


Kemudian lanjut ke proses brewing atau penyeduhan ☕. Disini memakai metode seduh tubruk yak alias langsung seduh. Masing-masing peserta mencicipi kedua jenis kopi di menit-menit yang sudah ditentukan, yaitu menit ke-8 untuk kondisi panas, menit ke-12 untuk kondisi hangat, dan menit ke-25 untuk kondisi suhu ruang. Oh ya, coffee cupping ini bertujuan untuk menentukan metode apa yang cocok bagi kita nantinya. Ketika proses mencicipi ini, terlihat juga kalau arabica tuh lebih padat dan lebih mudah tenggelam. Proses cupping selesai dan inilah hasilnya! Bingungkah? Jangan yaa... wkwkwk, ini hasilnya yang saya kasi bunder-bunder itu. Bisa dilihat hasil cupping mengenai level, aroma, flavor, acidity, body, aftertaste, overall, dan balance. 

Hasil analisa di kelas cupping hari ini 😊

Ada bedanya sedikit sama foto sebelumnya, hayoo bedanya dimana? 😆


Apakah workshop telah berakhir? Ternyata belum gaess. Pak Raphael menyediakan aneka essential oil untuk dipelajari aromanya. Ini sebenarnya sama seperti waktu saya ikut manual brewing workshop di Arah Coffee. Waktu itu sebelum mengakhiri workshop, diajarin mengidentifikasi aneka aroma yang ada pada kopi 👃. Tapi kali ini essential oil yang disediakan lebih banyak yaitu 36 aroma, wow mantap banget deh! 😁


Puass banget akhirnya bisa mengikuti kelas basic coffee cupping ini ☕. Banyak info baru yang saya dapatkan hari ini. Dapat ilmu kopi komplit dari biji sampai rasa dan pengalaman sensori langsung 👌. Di workshop berbiaya 170K (aslinya 180K tapi diskon 10K karena pernah ikut kelas sebelumnya) ini, saya dapat snack & beverage, sertifikat, sendok yang tadi dipakai untuk cupping, dan goodie bag berisi kopi dan tumbler. Hah, dapat tumbler juga?? Wkwkwk, iyaa, ternyata saya sudah 4 kali mengikuti event nya Project Ruang Rasa 😆. Kalau sudah 4 kali ikut, dapat gift berupa tumbler dari Delta Coffee 😎. Mana tumbler nya keren banget pulak! Jos gandoss! Thank you much 🙏💛! Next ikut workshop kopi apa lagi yaa? 😊


Location: Somerset Queen City Semarang

Baca Juga