Fix bulan Juli ini aku terkopi-kopi sangadh ☕😆. Setelah mengikuti kelas Manual Brewing, Kalibrasi Espresso, dan Basic Latte Art, kali ini aku malah all in explorasi kopi dari hulu ke hilir. Yep, di penghujung bulan ini aku mengikuti Coffee Tour: Eksplorasi Kopi dari Hulu ke Hilir yang diadakan oleh Project Ruang Rasa dan Delta Coffee. Meeting point di Museum Mandala Bhakti pada jam 7 pagi dan tur berakhir sekitar jam 6 sore. Eniwei, di catatan ini saya bahas Part 1 dulu yaa, yaitu pengalaman memetik buah ceri kopi robusta di Desa Sepakung, Banyubiru dan asyiknya healing / piknik di Embong Balong yang pemandangannya sangat menawan 😍. Langsung saja, here we go! 💪
Transportasi menggunakan elf minibus yang muat 16 orang 🚐. Saya duduk bersebelahan dengan seorang ibu bernama Bu Linda dan anaknya, Alan. Sebelum berangkat, kami mendapatkan snack dan goodie bag berisi topi dan kopi Vivanta. Topi nya cakep banget dan langsung ku pakai deh 🧢👍! Kami sampai di Desa Sepakung sekitar jam 9 pagi. Desa Sepakung adalah sebuah desa wisata di lereng Gunung Telomoyo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Jadi deket banget gaess kalo mau wisata ke Gunung Telomoyo ⛰️. Oh ya, di tahun 2018 saya juga sudah pernah ke Sepakung. Waktu itu saya berwisata ke Gumuk Reco. Sayang sekali kabarnya wisata ayunan diatas ketinggian ini sudah tidak ada lagi karena tidak ada yang mengurus 😞.
Desa yang berada di ketinggian 1000 hingga 1700 mdpl ini memiliki panorama alam yang hijau serta lanskap lembah dan tebing yang indah. Rute untuk mencapai desa ini sungguh menegangkan dan menakutkan gaess 😅. Sepanjang perjalanan yang alur naiknya always meliuk-liuk itu diriku selalu berdoa, berdoa tiada henti 😱. Semenakutkan itu 😰! Semisal driver nya ga jago, kayaknya udah game over deh, alias jatuh. Jalurnya kecil, terjal, dan terus naik dan naik. Kelegaan tiada tara aku rasakan begitu sudah sampai di Desa Sepakung yang ternyata jalannya rata dan datar 😊. Dan ternyata untuk menuju ke desa ini bisa juga via Kopeng. Malah katanya warga desa ini lebih deket kalo mau ke Kopeng ketimbang ke Ungaran 😅. Luas Desa Sepakung adalah 866 hektar dan sekitar 40 hektar nya adalah lahan kopi yang lokasinya berpencar-pencar.
Deg-degan hilang, now mari kita menuju ke salah satu kebun kopi untuk memetik buah ceri kopi. Yay 😎! Ke kebun ini via motor karena sedang ada perbaikan jalan, jadi ga bisa pake elf. It's okay, malah bisa sambil menikmati pemandangan yang indah sepanjang jalan. Oh ya, suhu di mari sangat sejuk dan dingin yaa 😏. Sangat menyenangkan pokoknya. Bikin lupa kalau beberapa menit yang lalu sempet ketakutan mau nangis gegara rute jalurnya yang menakutkan, wkwk 😆.
Sampai di kebun kopi, mentor kami ada 2 yaitu Mas Guntur dan Bu Erna. Bu Erna ini unik sih, beliau orang Majalengka tapi since married ikut suami ke Desa Sepakung. Logat dan aksennya pun masih kedengeran Sunda walaupun ngomong Jowo, pokoknya unik deh, suka banget dengernya 😁, hehehe. Dijelaskan oleh Mas Guntur, buah ceri kopi yang sedang musim panen ini adalah jenis kopi robusta. Yang dipetik hanya buah ceri kopi yang berwarna merah. Yang berwarna hijau berarti belum matang dan belum bisa dipanen. Bu Erna menjelaskan mengenai proses pruning juga, yaitu memotong bagian tanaman yang sudah tua, rusak, atau tidak produktif. Biasanya sih yang dipotong atau dipangkas adalah rantingnya. Saya pun memetik buah ceri kopi dengan riang gembira dan mengumpulkannya di wadah rotan. Aaah suatu pengalaman hidup yang unik dan menyenangkan 😍!
Kami berada di kebun kopi ini selama kira-kira 1 jam. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan healing alias piknik ke Embung Balong 🏞️. Letaknya tidak jauh, kira-kira 5 menit jalan kaki dari kebun kopi tersebut. Rada terengah-engah karena rute naiknya tuh naik banget. Sampai di area Embung Balong, aku pun terpana dibuatnya. Pemandangannya super duper menawan! Indah banget! So beautiful 😍! Ijo-ijo bikin seger mata 🌳. Terdapat banyak spot kece dan estetik untuk berfoto ria dan duduk-duduk santai. Memasuki area ini tidak langsung ketemu sama embung nya yah, kalo dari loket memang embung nya tidak kelihatan. Puas foto-foto di area taman nya, aku pun jalan menuju ke Embung Balong. Embung Balong adalah hidden gen berupa waduk atau penampungan air buatan. Suasana di sekitar embung sangat peaceful dan sejuk, udaranya terasa sangat bersih dan adem, serta diperindah dengan adanya pemandangan berupa puncak Gunung Telomoyo. Ukurannya tidak besar sih, tapi kedalamannya lumayan juga yaitu 5 meter. Ati-ati aja pokoknya kalo ga bisa berenang 😅. Aku sih cukup menikmati keindahannya saja dan berfoto dengan latar belakang embung yang cakep dan bening ini.
Kami berada di area Embung Balong ini selama kurang lebih 1,5 jam. Duduk-duduk santai sambil menikmati pemandangan alam yang indah. Aaah sebuah momen healing yang sayang untuk dilewatkan. Eniwei, pas nunggu dijemput motor untuk balik ke elf, saya menghabiskan waktu dengan berbincang-bincang dengan Bu Erna dan Bu Rinas. Bu Rinas adalah salah satu peserta trip yang ternyata sudah melanglang buana ke banyak negara, termasuk negara-negara di Eropa dan Amerika! Uhh denger cerita-cerita trip nya bener-bener bikin ngilerrr. Kepengeeen juga bisa explore many countries like her. Semoga segera tercapai ya gaess, amin, hohoho 🙏. Bu Erna sendiri pas cerita background nya sebagai orang Sunda, malah langsung diajak ngobrol pake bahasa Sunda sama Kenneth. Kenneth ini anaknya pemilik pabrik Delta Coffee dan salah satu panitia / guide di tur kopi ini. Dia ini kereeen banget, baru umur 18 tahun dan sedang kuliah Teknik Pangan di Taiwan. Lancar bahasa Mandarin, Inggris, Jowo, dan Sunda. Dia ni bisa bahasa Sunda karena papanya dari Bandung dan dulu sekolahnya di Bandung. Takjub banget liat ni anak ngobrol sama Bu Erna pake bahasa Sunda. Ga nyangka banget kan di Desa Sepakung yang terpencil ini malah ketemu sama orang Sunda 😆.
Eh, jemputan motor saya sudah datang nih! Otw balik ke elf dan bersiap menuju ke destinasi berikutnya yaitu Kopi Sepakung Mbah Bedjo. Disini aku akan makan siang dengan menu utama ayam bakar 🍗 dan dilanjutkan belajar all about kopi ☕. Mulai dari memilah biji kopi terbaik, mengulik rahasia proses kopi dari pohon hingga siap sangrai, melihat proses pengeringan biji kopi, proses penggunaan mesin pulper untuk mengupas kulit luar dan daging buah (pulp) dari ceri kopi basah (memisahkan biji kopi dari kulitnya secara cepat sebelum masuk ke tahap fermentasi), proses roasting, cupping dan sensory untuk mengenal jenis-jenis kopi melalui cita rasa dan aroma 👃, hingga menikmati secangkir kopi ☕. Seru banget kan 😁? Cuss kita ke catatan berikutnya: Coffee Tour dari Hulu ke Hilir, Part 2: Belajar All about Kopi di Kopi Sepakung Mbah Bedjo 💨.
Location Map:


Currently feeling 













🔴 "Creativity is intelligence having fun." - Albert Einstein

🟣 "The longer I live, the more beautiful life becomes." - Frank Lloyd Wright
🟤 "Somewhere, something incredible is waiting to be known." - Carl Sagan