Hari ini aku mengikuti coffee tour yang diadakan oleh Project Ruang Rasa ☕. Di catatan coffee tour part one, aku sudah membahas tentang pengalaman asyik dan seru yaitu memetik ceri kopi robusta di Desa Sepakung. Setelah kegiatan memanen ceri kopi itu, trip dilanjutkan dengan healing ceria ke Embung Balong, sebuah waduk buatan yang lokasinya tidak jauh, hanya beberapa menit berjalan kaki dari kebun kopi tempat kami memetik ceri kopi. Nah di catatan coffee tour part two ini, aku mau cerita dan berbagi pengalaman mengunjungi Kopi Sepakung Mbah Bedjo (@kopi_sepakung). Lokasi ini adalah cafe sekaligus roastery. Disini kami akan makan siang dengan menu ayam bakar dan menikmati aneka snack 😋. Tapi bukan itu saja tujuan kami ke roastery ini. Disini kami akan belajar all about coffee! Dari proses pengeringan hingga penyeduhan kopi yang nikmat 😎. Mantap sekali kan? Yuk cuss berikut adalah catatannya 👇.
 |
| Belajar tentang kopi di Kopi Sepakung Mbah Bedjo 😎 |
 |
| Dapat banyak ilmu, pengalaman, dan kenalan baru 😎 |
Kopi Sepakung Mbah Bedjo memiliki aktivitas memproses kopi robusta dan arabika yang dipanen di area lereng Gunung Telomoyo. Dengan ketinggian 1550 mdpl, area Banyubiru sangat sejuk dan sangat layak dijadikan sentra kebun kopi. Sesampainya dimari, kami langsung cuss makan siang dulu karena sudah melapar, hehehe. Ayam bakar nya sumpah wuenak banget woii 😆😋, penasaran ini pake bumbu apa sih kok bisa seenak ini?? Sambalnya pun mantull 😋. Teruss snack nya ada tahu bakso, risol mayo, dan talas. Snack nya juga enak semua dan gede-gede ukurannya. Perutku pun berbahagia, sudah kenyang 😁. Yuk mari dilanjut ke aktivitas berikutnya! 💪
 |
| Kopi Sepakung Mbah Bedjo |
 |
| Siap mengisi peruut 😆 |
 |
| Super enak! Ayamnya josjiss, sambalnya mantaap 😋👍 |
 |
| Aneka snack |
 |
| Mbah Bedjo dan Solar Dryer Dome di Kopi Sepakung |
Mbah Bedjo muncul dan memberikan salam perkenalan 👴. Beliau mulai menjelaskan tentang proses apa saja yang dilakukan di Kopi Sepakung ini. Oke yuuk kita ke proses pertama dulu after memanen / harvesting. Proses itu tentu saja adalah... membersihkan dan mensortir ceri kopi yang layak lanjut ke tahap berikutnya. Jadi dalam bak besar itu semua ceri kopi kopi yang kurang layak / tidak bagus kualitasnya akan mengapung dengan sendirinya. Nah semua yang mengapung itu langsung saja diambil dan dipisahkan dari ceri kopi yang baik kualitasnya 👌.
 |
| Proses membersihkan dan sorting ceri kopi |
 |
| Mendengarkan penjelasan sorting ceri kopi |
 |
| Seru banget ikut membersihkan dan mensortir ceri kopi 💦 |
Mbah Bedjo membawa kami ke proses pengeringan / penjemuran biji kopi. Di Kopi Sepakung ini terdapat beberapa pilihan proses pengeringan yaitu proses natural, proses honey, dan diletakkan di dalam "dome" dengan panel surya. Biji kopi yang mengalami proses pengeringan dengan metode honey nantinya akan memiliki rasa manis. Seneng banget bisa melihat proses pengeringan biji kopi di tahapan ini gaess.
 |
| Proses penjemuran / pengeringan biji kopi |
 |
| Hi bestieee, I was here! 😁✌ |
Yang aku lihat ini adalah proses natural dan proses honey. Warnanya pun berbeda. Yang warna kemerahan mix kecoklatan adalah proses honey. Metode nya yaitu pengolahan pascapanen kopi dimana kulit luar buah kopi dikupas, tetapi sebagian lapisan lendir manis (mucilage) dibiarkan menempel pada biji saat dijemur. Teksturnya lengket mirip madu, bukan karena dicampur madu sungguhan. Lalu yang proses natural (dry process) adalah metode pengolahan pascapanen tertua di mana ceri kopi dijemur dibawah sinar matahari secara utuh tanpa dikupas kulitnya terlebih dahulu. Jadi selama dijemur, daging buah dan lendir yang menempel akan berfermentasi secara alami dan menyerap ke dalam biji, menghasilkan body yang tebal dan aroma yang kuat. Untuk tahapan dry process ini, setelah proses sorting dan membuang ceri kopi yang mengambang, ceri kopi yang bagus langsung ditebar di atas meja atau alas terpal dibawah sinar matahari langsung, dalam kondisi utuh tanpa dikupas kulit dan daging buahnya. Kulit dan daging buah baru dikupas setelah buah benar-benar kering. Rasa kopi dari dry process ini cenderung manis dan punya rasa buah yang kuat / fruity, serta kekentalan yang tebal. Kalau diurutkan, proses pengeringan ada 3 jenis yaitu: natural - honey - washed / wet process 👀.
 |
| Di bagian pengeringan biji kopi |
 |
| Senangnya bisa belajar tentang pengeringan biji kopi 😍 |
 |
| Cuaca disini super sejuk! |
 |
| Honey Coffee Process vs Natural Coffee Process |
 |
| Mendengarkan penjelasan Mbah Bedjo 👀👂 |
Eh eh eh ada satu proses yang ketinggalan gaess dan sepertinya hanya Kak Tania yang menyadarinya 😱. Hayooo apa itu? Kami hampir saja melewatkan suatu proses sebelum pengeringan kopi yaitu washed / wet process 💦. Jadi setelah ceri kopi disortir , bisa langsung ke proses pengupasan kulit luar dan daging buah (pulp) ceri kopi basah. Proses itu membutuhkan suatu alat yang bernama mesin pulper. So kami yang tadinya ada di bagian pengeringan, balik lagi ke spot sortir ceri kopi tadi, hehehe 😅.
 |
| Pengupasan menggunakan mesin pulper |
Suara mesin pulper ternyata keras polll 👂, wkwkwk. Ini pertama kali saya melihat mesin pulper. Dan segampang dan se-efektif itu mengupas kulit dan daging buah ceri kopi menggunakan mesin pulper, benar-benar definisi menghemat waktu. Oh ya, tahapan sorting ceri kopi dan pulping ini disebut wet process atau washed process yaa, agak sedikit beda prosesnya dengan dry process. Nah dari proses pengupasan ini, tahap selanjutnya ya mencuci biji kopi yang masih berlendir dan difermentasi di dalam air sebelum dikeringkan. Rasa kopi dari wet process ini nantinya lebih bersih dan kekentalannya lebih ringan.
 |
| Wet process 💦 |
Selanjutnya, Pak Raphael dari Project Ruang Rasa juga turut menjelaskan tentang gabah kopi yang masih tercampur di ruang penyimpanan biji kopi. Adanya gabah ini menandakan proses pascapanen yang kurang bersih. Namun sebenarnya keberadaan gabah kering di tahap penyimpanan justru memiliki fungsi melindungi kualitas biji kopi dari kelembapan. Gabah kering justru sengaja dibiarkan membungkus biji kopi untuk penyimpanan jangka panjang agar tidak mudah berbau atau lembap. Jadi itu gaess manfaatnya gabah kopi. Tinggal dipastikan saja kalau mau masuk ke tahapan roasting, gabah benar-benar sudah tidak ada karena gabah yang terbawa saat roasting dapat membuat rasa kopi menjadi defect.
 |
| Di ruang penyimpanan biji kopi |
 |
| Gabah kopi dan biji kopi yang ada di ruang penyimpanan |
Nah, selanjutnya dari tempat penyimpanan biji kopi, kami balik lagi proses pengeringan. Tapi kali ini kami masuk ke sebuah "dome" yang menggunakan panel surya / solar dryer 🌞. Sebut saja namanya solar dryer dome. Ini adalah metode pengeringan biji kopi modern yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber panas utama dan panel surya untuk menghasilkan listrik. Listriknya dipakai untuk menggerakkan kipas angin agar proses pengeringan lebih cepat, merata, bersih, dan tidak bergantung pada cuaca luar. Biasanya sih biji kopi yang dikeringkan dengan metode ini harga jualnya lebih mahal karena memiliki mutu premium. Mantap banget yess 👍.
 |
| Berada di solar dryer dome 👍 |
 |
| Metode pengeringan yang paling oke 👍 |
 |
| Biji kopi disini terlihat lebih merata keringnya |
 |
| Warnanya seperti ini |
Sudah menulis panjang lebar begini, apakah catatan coffee tour nya sudah selesai? Oh belum gaess, belum banget, wkwk 😆. Selanjutnya kami diajak melihat proses roasting alias sangrai menggunakan mesin roaster modern 😎. Ini pertama kalinya saya melihat mesin roaster. Hasil sangrai kali ini menghasilkan biji kopi tingkat medium to dark, alias ada proses karamelisasi yang kuat. Pada tingkat ini, gula alami di dalam biji kopi pecah dan mencair karena suhu panas yang tinggi. Proses karamelisasi ini terjadi saat roasting di atas suhu 200 derajat Celcius. Tingkat medium to dark ini memiliki acidity yang jauh lebih rendah dibanding light roast, body yang terasa lebih tebal di mulut, dan muncul sedikit kilap minyak di permukaan biji kopi. Karena penasaran, aku memakan beberapa biji kopi yang sudah selesai disangrai 😆. Rasanya memang terasa ada karamelnya yang bercampur dengan rasa pahit yang pas. Jadi tingkatan karamelisasi ini menentukan apakah hasil sangrai biji kopinya nanti termasuk light, medium, atau dark roast. Oh ya, bisa dilihat di mesin roaster ini, suhu yang terpampang di sebelah kiri adalah suhu biji kopi. Sedangkan suhu yang ada di sebelahnya adalah suhu mesin roaster.
 |
| Berada di ruang proses roasting biji kopi |
 |
| Serius mendengarkan penjelasan soal proses karamelisasi saat roasting |
 |
| Baru pertama kali ini aku melihat mesin roaster 😁 |
 |
| Suhu berpengaruh terhadap proses karamelisasi |
 |
| Roasting kali ini untuk menghasilkan biji kopi dengan tingkat medium to dark |
 |
| Mencoba "memakan" ini 😆 |
 |
| Biji kopi yang akan di roasting selanjutnya |
 |
| Spot pengemasan biji kopi yang sudah selesai proses roasting |
 |
| Proses packing biji kopi ke dalam kemasan |
Puass banget kan kita sudah belajar banyak hal tentang per-kopi-an hari ini. Eh tapi masih ada satu lesson lagi nih. Apakah itu? Yep, cupping and sensory 👃👅! Cupping adalah prosedur standar uji seduh untuk mencicipi dan menilai kualitas biji kopi. Sedangkan sensory adalah kemampuan dasar panca indera (rasa, aroma, pengecap) untuk mengenali, menganalisis, serta mendefinisikan karakter rasa yang dicicipi. Pak Raphael memulai sesi cupping ini dengan mencium aroma kopi bubuk. Ada 3 jenis kopi yang akan kami "pelajari" di sesi ini, dari kiri ke kanan: arabica full wash, arabica wine (fermentasi), dan robusta ☕. Ketiga jenis kopi ini merupakan produk Kopi Sepakung Mbah Bedjo. Kami bergantian mencium aroma kopi yang semuanya harum mewangi ituh. Tujuannya untuk bisa membedakan aroma ketiga jenis kopi bubuk tersebut 👃.
 |
| Dari kiri ke kanan: arabica full wash, arabica wine (fermentasi), dan robusta |
 |
| Mencium aroma kopi bubuk.. |
 |
| ..sambil berusaha membedakan dan mengingat aroma nya |
 |
| Menyeduh kopi metode tubruk |
 |
| Mari kita cium aroma ketiga kopi ini 👃 |
 |
| Mencium aroma seduhan kopi arabica full wash 👃 |
 |
| Mencium aroma seduhan kopi robusta 👃 |
Kemudian lanjut dengan brewing / menyeduh kopi. Setelah Pak Raphael menyeduh kopi, bergantian kami mencium aroma ketiga kopi tersebut untuk bisa membedakan yang mana arabica full wash, yang mana arabica wine, dan yang mana robusta. 4 menit setelah brewing, Pak Raphael membersihkan buih/busa/ampo yang ada di atas kopi. Sipp, tampilannya pun sekarang sudah clean 😎. Kami tunggu lagi selama 4 menit sebelum mencoba masing-masing kopi. Kami pun lagi-lagi bergantian mencoba ketiga kopi tersebut untuk bisa membedakan masing-masing rasanya. Dari ketiga jenis kopi yang aku coba itu, favoritku adalah arabica full wash 👏☕. Ini adalah biji kopi arabika yang diproses pascapanen dengan cara membersihkan kulit luar dan sisa lendir / mucilage secara total menggunakan air sebelum dikeringkan. Rasanya clean dengan keasaman yang cerah / bright acidity: tingkat keasaman yang segar dan menyenangkan di lidah. Selanjutnya favorit kedua ku adalah arabika wine (fermentasi). Yang jenis wine ini bukan alkohol yaa, tapi mengalami proses pascapanen fermentasi khusus, atau proses pengeringannya tuh metode natural (dry) atau anaerobik yang membuat aromanya mirip wine, rasa buahnya berasa banget, dan tingkat keasamannya khas. Menurutku ini enak tapi di lidahku cukup asam. Dan yang sebenarnya juga enak tapi kurang cocok di lidahku adalah robusta. Ga tau kenapa, emang kurang cocok aja sama rasa robusta yang pahit dan pekat 😅. Dari kandungan kafein, ternyata robusta memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi dibandingkan arabika.
 |
| Getting rid of the foam |
 |
| Mencicipi rasa kopi robusta |
 |
| Mencicipi rasa kopi arabica wine |
 |
| Mencicipi rasa kopi arabica full wash |
 |
| Paling suka sama kopi arabica full wash! Sampe berkali-kali nyicip, wkwk 😁 |
Selesai sesi cupping, kami bersantai sejenak sambil menikmati kopi. Kenneth langsung sat set menunjukkan talentanya menyeduh kopi menggunakan V60 😀. Aku menikmati dua kopi hasil seduhannya yaitu arabica full wash dan arabica wine. Sukaa! Fix kayaknya sekarang aku memang lebih menyukai kopi ketimbang teh, wkwk 😆.
 |
| Santai dulu sejenak sambil menikmati kopi seduhan Kenneth ☕ |
 |
| Arabica wine dan arabica full wash ☕ |
Oke gaesss, cupping and sensory ini menjadi lesson terakhir kami di rangkaian acara Coffee Tour dari Hulu ke Hilir di Desa Sepakung ini. Puji Tuhan, trip nya lancar dari awal sampai akhir, ilmu yang didapat sangat ndaging, semua kegiatannya sangat inspiring dan menyenangkan 😍💥. Aku belajar banyak hal tentang per-kopi-an hari ini ☕. Puass pooll 😎!! Gak cuma belajar tentang kopi tapi juga healing ke daerah nan sejuk dan indah bernama Desa Sepakung. Terimakasih Project Ruang Rasa dan Kopi Sepakung Mbah Bedjo yang sudah mengadakan trip kopi yang super seru ini! God bless! 🙏💚
 |
| Foto bersama sebelum sesi cupping 😁💚 |
 |
| Thank you Project Ruang Rasa X Kopi Sepakung Mbah Bedjo |
 |
| Pulang dengan membawa segudang cerita! 💛 |
 |
| Foto sebelum masuk elf 😁 |
Perjalanan pulang kami sudah tidak menakutkan seperti perjalanan berangkat tadi pagi, hehehe 😁. Rute dan arah jalannya kini menurun tapi kami merasa aman, nyaman, dan senang. Kami pulang dengan membawa segudang cerita, ilmu, dan pengalaman. Aku sampai di Ungaran sekitar jam 6 sore dan turun di Indomaret sebelah McDonald's Ungaran. Tetiba kok pengen beli sosis viral nya ya 😁. Akhirnya aku beli deh Sosis Bakar Keju Sosis Viral Indomaret yang populer itu 🌭. Harganya 13K aja dan ukurannya mantap, apalagi ada keju didalemnya yang gurih dan bikin sosis bakarnya makin juicy dan lezat 😋. Aku bahagia banget hari ini bisa ikut coffee tour, menambah ilmu, experience, dan kenalan baru. Plus, sebelum pulang ke rumah, nurutin inner child yang kepengen makan sosis viral, hehehe 😄. Next ikut trip apa lagi yaa? Pengennya sih ikut wisata petik teh, penasaran juga aku tu sama pembuatan teh 😏.
 |
| Sosis bakar viral Indomaret 😋 |
 |
| Sosis bakar keju, juicy and delicious! 😋🧀 |
 |
| Souvenir trip hari ini: topi dan kopi 💙 |
Location Map:
Baca Juga